Dokter Forensik Jelaskan Penyebab Kematian Remaja SMK yang Mengambang di Sungai Brantas

Avatar of Redaksi
WhatsApp Image 2025 05 23 at 12.41.35 a086ab28
Dokter Spesialis Forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, dr Deka Bagus Binarsa, saat dikonfirmasi awak media. (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pasca kematian remaja siswa SMK bernama Mukhamad Alfan (18) warga Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto yang mayatnya mengapung di Sungai Brantas. Tim Dokter Forensik akhirnya menjelaskan kematian korban.

Hal ini disampaikan oleh Dokter Spesialis Forensik RS Bhayangkara Pusdik Sabhara Porong, dr Deka Bagus Binarsa, ia menyampaikan, dari serangkaian kegiatan outopsi yang dilakukan pada Selasa (6/5/2025) lalu. Pihaknya dapat menyimpulkan jika korban murni meninggal dunia akibat tenggelam di sungai.

“Yang kami temukan dalam pemeriksaan fisik dan pemeriksaan luar kami tidak menemukan tanda-tanda kekerasan,” kata dr Deka, Kamis (23/5/2025) sore.

Ia menambahkan, dalam outopsi tersebut pihaknya juga melakukan pemeriksaan dalam yakni telah ditemukan lumpur pada saluran nafas bawah yang menunjukkan bahwa yang bersangkuta menghirup air sebelum meninggal dunia.

“Kesimpulannya bahwa pada saat kemasukan air itu saudara Alfan masih dalam keadaan hidup,” terangnya.

Selain itu, pihak keluarga sempat menyakan kejanggalan terkait adanya rambut yang hilang. Lanjut dr Deka, penyebab hilangnya rambut kepala Alfan dikarenakan bukan akibat dipangkas oleh seseorang. Melainkan kondisi pembusukan pada mayat sehingga membuat akar rambut otomatis terlepas.

“Level pembusukannya kan sudah 3-5 hari sebelum pemeriksaan. Itu memang bisa mencabut kulit ari, di bawah kulit ari ada akar rambut, itu pasti ikut tercerabut juga,” jelasnya.

Sebelumnya, mayat seorang remaja ditemukan mengapung di sebuah aliran sungai Brantas di Desa Kedungmungal, Kecamatan Pungging, Kabupaten Mojokerto, Senin (5/5/2025) sore.

Keluarga korban tak terima dengan kematian anak bungsunya itu lantaran diduga menjadi korban pembunuhan. Pasalnya, sebelum ditemukan meregang nya, korban sempat bertemu dengan tiga temannya lantaran terdapat permasalahan. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page