DLH Sampang Siapkan TPS3R untuk Antisipasi Ledakan Sampah MBG

Avatar of Jurnalis: Ahmad

 

DLH
Ilustrasi penumpukan sampah MBG (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Permukiman (DLH Perkim) Kabupaten Sampang memastikan kesiapan dalam menangani potensi meningkatnya volume sampah akibat bergulirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang, Aulia Arif, menegaskan bahwa pihaknya akan lebih berfokus pada upaya pencegahan.

DLH yang tergabung dalam Satgas MBG akan memberikan arahan langsung kepada dapur penyedia dan pihak sekolah agar bahan sisa yang tidak terpakai atau sampah MBG bisa disiasati menjadi produk bermanfaat.

“Prinsipnya, bahan yang tidak digunakan jangan dibuang percuma. Bisa diubah menjadi kompos maupun pakan ternak,” jelas Aulia saat di temui di ruangannya, Selasa (23/9/2025)

Saat ini, DLH Sampang telah memiliki fasilitas TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) di beberapa titik. TPS3R menjadi wadah masyarakat peduli lingkungan untuk mengelola sampah dengan tiga prinsip utama mengurangi, menggunakan ulang, dan mendaur ulang.

Melalui TPS3R, sampah organik diolah menjadi kompos dan pakan ternak yang hasilnya tidak hanya dimanfaatkan, tetapi juga bernilai ekonomis.

Kepala DLH Perkim Sampang

Bahkan, menurut keterangan Kepala DLH Perkim Sampang, Faisol, melalui percakapan WhatsApp, produk kompos hasil TPS3R tahun ini telah dibeli oleh Dinas Pertanian.

“Memang masih skala kecil, tapi ke depan akan terus kami kembangkan, baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” ujarnya.

Aulia menambahkan, hasil penjualan produk TPS3R nantinya akan dikembalikan kepada kelompok pengelola untuk membiayai kebutuhan operasional.

Pihaknya juga siap memfasilitasi dalam bentuk edukasi maupun pengawasan bagi masyarakat yang tertarik menjadi pegiat TPS3R.

“Intinya, program MBG ini harus sejalan dengan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan. Jangan sampai program baik dari pemerintah pusat justru menimbulkan masalah baru berupa penumpukan sampah,” pungkasnya. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page