DLH Pastikan Sampah Ramadan di Kota Yogyakarta Hanya Naik Sekitar 1 Ton per Hari

Avatar of Redaksi
DLH
DLH Pastikan Sampah Ramadan di Kota Yogyakarta Hanya Naik Sekitar 1 Ton per Hari

Jogyakarta, KabarTerdepan.com DLH Pastikan Sampah Ramadan di Kota Yogyakarta Hanya Naik Sekitar 1 Ton per Hari selama Ramadan 2026 dan dinilai masih dalam batas wajar. Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta memastikan tidak terjadi lonjakan signifikan meski aktivitas masyarakat meningkat, terutama pada sore hingga malam hari saat Pasar Ramadan berlangsung.

DLH Pastikan Sampah Ramadan di Kota Yogyakarta Hanya Naik Sekitar 1 Ton per Hari dengan persentase kenaikan kurang dari lima persen dari total produksi harian.

Kepala DLH Kota Yogyakarta, Rajwan Taufiq, menyampaikan bahwa tambahan volume sampah tersebut mayoritas berasal dari aktivitas Pasar Ramadan dan konsumsi masyarakat, termasuk penjualan takjil yang tersebar di sejumlah titik kota.

“Penambahan sebenarnya tidak sampai lima persen tiap hari. Hanya sekitar 1 ton saja, terutama dari kegiatan pasar Ramadan dan takjil,” ujar Rajwan saat diwawancarai, Minggu (1/3/2026).

Ia menjelaskan, Pasar Ramadan digelar hampir merata di berbagai wilayah, seperti kawasan Jogokariyan, Kauman, hingga Kotagede. Meski terjadi peningkatan aktivitas ekonomi dan kunjungan warga, sistem pengelolaan sampah tetap berjalan sesuai standar operasional yang telah diterapkan pemerintah kota.

 

Menurut DLH, pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta dimulai dari proses pemilahan di tingkat rumah tangga

Sampah anorganik diarahkan ke bank sampah atau pelapak untuk didaur ulang, sedangkan sampah organik dikirim ke depo guna diolah lebih lanjut. Sistem tersebut dinilai efektif menekan dampak lonjakan volume sampah musiman.

“Karena penambahannya tidak banyak dan sudah dipilah dari awal, tidak ada perubahan signifikan terhadap beban pengelolaan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi meningkatnya kesadaran masyarakat serta panitia Pasar Ramadan yang mulai menerapkan penggunaan wadah pakai ulang, seperti piring dan gelas, guna mengurangi sampah sekali pakai. Langkah ini dinilai sejalan dengan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS) yang dicanangkan Pemerintah Kota Yogyakarta.

Dalam program tersebut, masyarakat didorong untuk mengolah sampah secara mandiri serta meminimalkan sisa makanan agar tidak menjadi limbah. Edukasi ini dinilai berkontribusi terhadap stabilnya volume sampah selama Ramadan tahun ini.

Rajwan menambahkan, kondisi depo sampah saat ini relatif kondusif dan sebagian besar dalam keadaan kosong. Hal itu menjadi indikator bahwa pengelolaan sampah di Kota Yogyakarta berjalan optimal, termasuk dalam menghadapi momentum peningkatan konsumsi selama bulan suci.

Selain itu, seluruh sampah yang terkumpul disebut telah terkelola dengan melibatkan off taker yang siap memanfaatkan dan mengolah sampah lebih lanjut, sehingga tidak menumpuk di tempat pembuangan sementara. Dengan sistem yang terintegrasi tersebut, DLH optimistis pengelolaan sampah selama Ramadan tetap terkendali.

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page