
Mojokerto, Kabarterdepan.com – Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Randegan di Kota Mojokerto menjadi tujuan studi perbandingan bagi daerah lain. Pada Rabu, (19/2) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Jawa Tengah, melakukan kunjungan untuk mempelajari cara pengelolaan di TPA edukasi ini.
Kunjungan dipimpin oleh Sekretaris DLH Kota Magelang, Irwan Adie Nugroho, yang menyebutkan bahwa tujuan utama dari kunjungan ini adalah untuk mempelajari pengolahan shell, pengelolaan alat, dan penangkapan gas metan di TPA Randegan. Irwan menjelaskan bahwa Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang fokus pada pengelolaan sampah di daerah, termasuk peralihan dari metode open dumping ke sistem sanitary landfill atau control landfill.
Ia juga menyebutkan bahwa TPA Randegan dipilih karena memiliki kesamaan topografi dengan Kota Magelang, yang memiliki luas 18,52 km² dan menghasilkan sampah sekitar 60-70 ton per hari. Melalui studi komparasi ini, kedua kota diharapkan dapat saling melengkapi dalam pengelolaan sampah.
Usai kunjungan, rombongan DLH Kota Magelang terkesan dengan keasrian TPA Randegan. Irwan juga menyoroti bahwa akses menuju shell telah dibangun dengan baik, serta TPA tersebut bebas dari bau dan lalat. Fasilitas edukasi untuk masyarakat dan pelajar juga sudah tersedia, menjadikan TPA Randegan sebagai tempat yang tepat untuk belajar tentang pengelolaan sampah.
Kepala DLH Kota Mojokerto, Amin Wachid, menyambut baik kunjungan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan pengelolaan sampah di TPA Randegan.
“Secara terbuka kesempatan bagi daerah lain untuk melakukan studi komparasi agar dapat saling belajar dan memperluas pengetahuan tentang pengelolaan TPA,” ujarnya. (Tantri*)
