
Sleman, kabarterdepan.com – Setelah lima tahun menempati pasar relokasi di Berjo, ratusan pedagang akhirnya pulang ke rumah lama mereka, Pasar Induk Godean, Sleman, Selasa (29/10/2025).
Kepindahan itu disambut dengan kirab sejauh 2,5 kilometer yang diiringi gunungan hasil bumi dan tarian tradisional.
Kirab menjadi simbol kembalinya para pedagang ke tempat yang pernah mereka tinggalkan demi pembangunan pasar baru. Di sepanjang jalan, tawa dan wajah bahagia para pedagang tak bisa disembunyikan setelah menandai akhir dari masa penantian panjang.
Kepala UPT Pasar Godean Roberthus Esthi Raharja menyampaikan bahwa proses kirab berjalan aman dan tertib. Ia menyebut jarak antara Pasar Berjo dan Pasar Induk Godean sekitar 2,5 kilometer.
“Rombongan kirab menyusuri Jalan Godean menuju pasar induk. Ada tarian dan rayahan gunungan. Semua berjalan lancar, tidak ada insiden maupun dorong-dorongan,” ujarnya.
Usai kirab, kegiatan dilanjutkan dengan pengajian serta ziarah ke makam Mbah Jembrak, leluhur yang dihormati masyarakat Godean. Sejumlah pejabat juga dijadwalkan hadir, termasuk GKR Mangkubumi, Bupati Sleman, anggota DPRD, dan tamu undangan lainnya.
Pedagang Pasar Induk Godean Senang
Salah satu pedagang, Heri Setiawan, mengaku terharu bisa kembali berjualan di lokasi asal. Ia menyebut Pasar Induk Godean bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi juga bagian dari sejarah hidup para pedagang.
“Selama di Pasar Relokasi Berjo, penjualan saya sempat meningkat hingga 70 persen. Tapi kepindahan ini tetap kami sambut bahagia, karena akhirnya bisa pulang ke rumah sendiri,” katanya.
Kini, para pedagang berharap pasar baru yang lebih modern dan strategis itu dapat membawa keberkahan. Kepulangan mereka bukan hanya tentang kios dan lapak, melainkan juga tentang harapan yang tumbuh kembali di tanah yang pernah mereka tempati. (Hadid Husaini)
