
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Penulis novel terkenal, Tere Liye, menyampaikan kritikan tajam kepada situs literasi sekolah https://gilispenpat.org milik SMPN 4 Kota Mojokerto yang diduga mencantumkan karya-karyanya dalam bentuk ebook ilegal. Kritik tersebut disampaikan melalui unggahan di halaman akun Facebooknya, Kamis (6/3/2025).
Dalam unggahannya, Tere Liye mempertanyakan kepemilikan situs yang diduga terkait dengan SMP Negeri 4 Mojokerto. Ia meminta pihak sekolah segera menghapus file PDF ilegal yang tersedia di situs tersebut.
“Apakah website/aplikasi https://gilispenpat.org/ adalah punya sekolah kalian? Karena website ini, dengan bebasnya mencantumkan ebook/file PDF ilegal milik penulis-penulis buku, termasuk buku-buku saya. Jika website ini milik kalian, segera hapus semua file PDF ilegal ini,” tulisnya.
Ia juga menyoroti maraknya perpustakaan sekolah dan institusi lain yang menggunakan ebook ilegal untuk meningkatkan minat baca. Menurutnya, hal ini melanggar UU ITE dan UU Hak Cipta.
“Silakan saja mau meningkatkan minat baca, tapi jangan pakai ebook ilegal. Jangan posting, jangan sertakan link ke file PDF ilegal di website kalian. Jika kalian tetap pakai, kalian jelas telah melanggar hukum,” tegasnya.
Sementara, Kepala Sekolah SMPN 4 Kota Mojokerto, Yasin, mengungkapkan pihak sekolah telah menyelesaikan permasalahan tersebut bersama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Mojokerto.
“Sudah selesai. Minggu kemarin sudah kita hapus, kita konfirmasi ke penulisnya, Tere Liye, melalui kepala dinas. Kita sudah minta maaf,” ujarnya saat ditemui, Rabu (12/3/2025).
Dengan dihapusnya file PDF ilegal dari situs tersebut, pihak sekolah berharap permasalahan ini dapat diselesaikan dengan baik. Kasus ini menjadi pengingat bagi institusi pendidikan untuk lebih berhati-hati dalam menyediakan akses literasi digital agar tetap menghormati hak cipta. (*)
