Diterjang Banjir, Sejumlah Infrastruktur Warga di Ngawen Rusak

Avatar of Redaksi
IMG 20250522 WA0133
PUTUS : Kondisi Jembatan di Desa Sendangharjo, Ngawen, yang terputus diterjang banjir. (Fitri/kabarterdepan.com) 

Blora, Kabarterdepan.com – Banjir yang melanda Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora beberapa hari terakhir, membawa dampak serius. Sejumlah jembatan, jalan, hingga dam rusak. Bahkan ada yang sampai tak bisa dilewati.

Camat Ngawen, Zainuri, menuturkan ada enam jembatan, dua jalan dan satu Cekdam yang rusak akibat banjir.

“Kita bersama tim gabungan dari DPUPR, PMD, dan BBWS Pamali Juana, sudah turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring dan asesmen,” terang Zainuri melalui keterangan tertulis, Kamis (22/05/2025).

Disebutkan, ada tiga Jembatan di Desa Telokwojoh yang mengalami kerusakan akibat banjir. Yaitu Jembatan Temuwoh, Canggah dan Jembatan Canggah Gantung.

“Pada jembatan Temuwoh, kerusakan yang terjadi sudah ditangani secara darurat oleh warga secara gotong-royong. Bahkan mendatangkan alat berat,” ujar Camat Ngawen.

“Jembatan baru (Temuwoh) sudah dianggarkan dan sedang dalam proses lelang,” imbuhnya.

Lalu, sambung Zainuri, Jembatan Canggah dan Jembatan Canggah Gantung rusak ringan hingga sedang. Akan diperbaiki oleh Pemerintah Desa lewat pengelasan dan penguatan besi.

Lebih lanjut, masih pada kerusakan jembatan, Jembatan di Desa Gondang mengalami patah dan penurunan permukaan. Jalan di sekitarnya pun retak.

“Perbaikan jembatan, perlu segera perbaikan oleh DPUPR,”katanya.

Selanjutnya, kata Camat Ngawen, Jembatan Desa Sendangrejo jalurnya ambrol dan sangat membahayakan. Jalur sudah ditutup.

“Perbaikan akan dilakukan gotong royong bersama warga, Pemdes, dan bantuan bronjong dari DPUPR,” tuturnya.

Terkahir, Jembatan Kendayaan terdampak longsor di bagian bawah. Penanganan darurat dilakukan dengan bambu dan sak pasir.

“DPUPR siap bantu bronjong dan sandbag,” ujarnya.

Lebih lanjut, untuk kerusakan jalan, berada Jalan Makadam Kendayaan yang baru dibangun April lalu rusak akibat lapisan atasnya hanyut terbawa arus.

“Selain itu, jalan Dukuh Ngembak, Sumberejo terjadi longsor dan tak bisa dilewati. Penanganan awal dilakukan dengan bambu, selanjutnya akan diperkuat dengan bronjong dari DPUPR,” tuturnya.

Satu lagi yang tak kalah penting adalah Cekdam Sendangagung di Dukuh Gapuk. Bangunan ini ambrol dan sangat membahayakan karena berada di jalur lintas warga.

“BBWS sedang menyiapkan desain tanggul baru dan perbaikan akan dilakukan saat musim kemarau tiba,” sambungnya.

Camat Ngawen memastikan bahwa seluruh kerusakan akan ditangani secara kolaboratif oleh Pemkab, Pemerintah Desa, dan warga.

“Semua elemen bergerak bersama. Kita prioritaskan keselamatan dan kelancaran akses warga,” ujar Zainuri.(Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page