
Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Ruangan gedung olahraga Desa Bangah bergemuruh, Rabu (2/9/2024). Ya, ratusan relawan paslon BAIK (Subandi – Mimik Idayana) kompak menyerukan kemenangan, untuk Pilkada Serentak di Sidoarjo.
“BAIK, Subandi-Mimik Menang, Sidoarjo bebas korupsi,” seru hadirin, kala menyabut kehadiran Calon Wakil Bupati (Cawabup) Sidoarjo, nomor urut 1, Mimik Idayana, di acara konsolidasi malam itu.
Ratusan relawan tersebut, tergabung dari berbagai wilayah desa. Misalnya, dari Desa Wage. Dalam kesempatan tersebut, menjadi kesempatan Mimik, mendengarkan langsung aspirasi warga. Sekaligus, menyampaikan berbagai program yang disiapkan untuk menjadikan Kota Delta lebih baik.
“Kita punya tiga Bupati korupsi. Apakah Bu Mimik berani berjanji di hadapan kami, besok terpilih menjadi Wakil Bupati dan Cak Bandi (Subandi,Red) sebagai Bupati,” kata Wahyu, hadirin, sekaligus seorang penjual ketan di wilayah setempat itu.
Senyum Mimik mengembang. Pun menyampaikan kesanggupannya menjawab pertanyaan hadirin.
“Saya bersama Cak Bandi berkomitmen, membawa pemerintahan yang bersih,” tegasnya.
Ia akan bertanggungjawab kepada warga Sidoarjo. Itu dibuktikannya selama menjabat sebagai anggota Dewan tak pernah mengambil gaji bulanan.
“Gaji bulanan saya kembalikan ke masyarakat dalam bentuk berbagai kegiatan sosial,” ujar Mimik.
Tak puas dengan satu pertanyaan, Wahyu melontarkan pertanyaan lain. Ia minta agar Mimik jika terpilih, tak berhenti blusukan, dan menyapa masyarakat.
“Agar aspirasi, keluh kesah warga diterima langsung, dan cepat responnya,” harapnya.
Mimik pun mengapresiasinya. “Tentu hal yang baik menyapa masyarakat dengan cara blusukan itu menjadi utama, mendengarkan curhat dari masyarakat itu memang khas kita dengan Pak Subandi,” terangnya.
Ia menyampaikan, hal semacam itu telah dilakukan sebelumnya, misalnya, mencarikan solusi yang dibutuhkan masyarakat, seperti kegiatan bedah rumah, hingga terkait layanan kesehatan.
“Nah, warga yang membutuhkan kesehatan gratis, sekarang masyarakat jika sakit cukup bawa KTP saja jika ke rumah sakit,” Mimik mencontohkan.
Sementara, Jubir Subandi-Mimik, Nanang Haromain menambahkan, jika persoalan di Sidoarjo yang terasa betul saat ini adalah krisis kepemimpinan.
Tiga kali periode Bupati di Sidoarjo tersandung hukum. Hingga dampaknya, pemerintahan harus berhadapan dengan masyarakat yang apatis, masyarakat yang sudah tak peduli lagi.
“Namun Subandi-Mimik komitmen menjadikan pemerintahan bersih, responsif, dan akuntabel. Itu kami jaga betul,” katanya.
Masyarakat nantinya bisa mengakses langsung program pemerintah sehingga ada kontrol sehingga pemerintahan berjalan sesuai track-nya.
“Masyarakat sama-sama enak. Karena pemimpin yang berintegritas itu dihasilkan dari pengawasan yang baik oleh masyarakat,” terangnya.
“Selain soal komitmen anti korupsi. Subandi-Mimik juga akan memberikan kemudahan pengobatan gratis untuk warga tidak mampu hanya menunjukan KTP,” imbuh Nanang. (*)
