
Grobogan, kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten Grobogan kembali mendapatkan kuota tambahan Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah untuk pembangunan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) 500 unit rumah.
Setelah sebelumnya RTLH Kabupaten Grobogan hanya sejumlah 341 unit. Jumlah tersebut bahkan lebih rendah dibadingkan dengan penerimaan RTLH tahun 2023 sebelumnya yakni 444 unit.
Namun, dengan adanya penambahan quota 500 unit, total Banprov RTLH yang diterima Kabupaten Grobogan tahun 2024 bertambah menjadi 841 unit.
Hal itu, diungkapkan oleh Kepala Disperakim Grobogan melalui Kabid Perumahan Rakyat Upik Farida Surya Dona, Senin (28/102024).
Upik mengatakan, tambahan yang diberikan menyasar desa-desa ekstrem yang ada di kabupaten Grobogan. Namun, pembangunannya masih menunggu pencairan dari pihak provinsi.
“Pencairan di bulan depan (November, 2024). Diharapkan, tambahan bantuan RTLH dapat selesai akhir tahun 2024,” harapnya.
Lebih lanjut, Upik mengungkapkan RTLH yang diterima Kabupaten Grobogan tidak hanya dari Provinsi. Bahkan, Pemkab Grobogan sendiri berupaya menganggarkan untuk RTLH.
“Dari APBD Kabupaten sebanyak 200 unit dan DIF (Dana Insentif Fiskal) sebanyak 150 unit sebesar 25.000.000 untuk setiap unitnya,” jelasnya.
Selain itu, Pemkab Grobogan juga memberikan RTLH bagi korban bencana. Sebanyak 66 unit dengan besar bantuan sesuai tingkat kerusakan.
“Dari total unit itu, Pemkab Grobogan menggelontorkan total anggaran sebesar 700.000.000 juga sebagai pemenuhan SPM Perumahan,” imbuhnya.
Sementara, bantuan perbaikan RTLH dari APBD Provinsi Jateng bagi korban bencana di Grobogan juga telah diberikan kepada penerima manfaat sebanyak 16 unit
“Dari Pemprov untuk korban sebesar Rp 20.000.000 untuk setiap unitnya,” katanya.
Kemudian, sambung Upik, bantuan RTLH lainnya juga diberikan oleh Corporate Social Responsibility (CSR) dengan nominal bervariatif dari Rp 17 juta hingga Rp 25 juta. CSR sendiri dapat membantu sebanyak 37 unit, yang berasal dari tujuh CSR.
“Semetara, yang terbanyak CSR dari Bank Jateng, dengan total ada 22 unit,” tandas Upik. (Masrikin).
