Tekan Pengangguran, Disnaker Sampang Buka Pelatihan Kerja 4 Kejuruan

Avatar of Redaksi
disnaker sampang
Pelatihan pembuatan roti dan kue yang dilakukan Disnaker Kabupaten Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Sampang kembali membuka pelatihan kerja berbasis kompetensi pada tahun 2026.

Program ini menyasar masyarakat usia kerja yang belum terserap lapangan pekerjaan sebagai langkah konkret menekan angka pengangguran di daerah.

Pelatihan tersebut menjadi respons pemerintah daerah terhadap ancaman pengangguran, sekaligus upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar siap bersaing di dunia kerja maupun usaha mandiri.

Kepala Bidang Pelatihan dan Hubungan Industrial Disnaker Sampang, Ervien Budi Jatmiko, mengatakan pelatihan tahun ini dibuka dalam empat kejuruan utama yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja lokal.

“Pelatihan ini kami rancang agar keterampilannya langsung terpakai dan relevan dengan kebutuhan dunia kerja di Sampang,” ujar Ervien saat diwawancarai kabarterdepan.com, Senin (2/1/2026).

Adapun empat kejuruan yang dibuka meliputi perawatan kendaraan roda dua (servis sepeda motor), desain grafis berbasis komputer, menjahit, serta pembuatan roti dan kue.

Pada tahap pertama, Disnaker Sampang menargetkan 64 peserta dari masyarakat usia produktif yang belum memiliki pekerjaan tetap.

“Jumlah peserta pada tahap awal sebanyak 64 orang,” jelas Ervien.

Tujuan dan Harapan Program oleh Disnaker Sampang

Menurutnya, pelatihan kerja berbasis kompetensi ini diharapkan mampu mengurangi tingkat pengangguran di Kabupaten Sampang, sekaligus mencetak tenaga kerja yang memiliki keahlian spesifik sesuai kebutuhan industri dan pelaku usaha lokal.

Tak hanya itu, Ervien juga menaruh harapan besar agar lulusan pelatihan dapat menjadi tenaga siap kerja yang mudah diserap oleh dunia usaha maupun perusahaan.

“Kami berharap para pelaku usaha dan perusahaan yang membutuhkan tenaga ahli bisa merekrut langsung lulusan pelatihan Disnaker ini,” terangnya.

Durasi pelatihan disesuaikan dengan masing-masing kejuruan. Untuk pelatihan pembuatan roti dan kue, kegiatan berlangsung selama 15 hari kerja, sementara kejuruan lainnya dilaksanakan selama 30 hari kerja.

“Pelatihan roti dan kue berlangsung 15 hari kerja. Sedangkan kejuruan lain dilaksanakan selama 30 hari kerja,” pungkas Ervien.

Melalui program ini, Disnaker Sampang berkomitmen mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal agar lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing di tengah tantangan ketenagakerjaan yang semakin kompleks. (Fais)

Responsive Images

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page