Disnaker Kabupaten Blitar Resmi Tutup Pelatihan Barista: Siapkan SDM Kompeten untuk Dorong Industri Kopi Lokal

IMG 20250428 WA0088
kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Berbasis Klaster Kompetensi Skema Barista. (Abang Agus Faisal/kabarterdepan.com)

Blitar, kabarterdepan.com– Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar secara resmi menutup rangkaian kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja Berbasis Klaster Kompetensi Skema Barista, Senin (28/4/2025).

Acara penutupan digelar di sebuah kafe yang berlokasi di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, dengan suasana hangat dan penuh semangat dari para peserta, instruktur, serta jajaran Disnaker.

Pelatihan yang telah berlangsung selama 10 hari ini merupakan bagian dari program strategis Disnaker dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia lokal, khususnya generasi muda pencari kerja.

Kegiatan ini didanai oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025 yang diterima oleh Pemerintah Kabupaten Blitar, sebagai bentuk pemanfaatan dana negara untuk mendukung sektor ketenagakerjaan dan pengembangan kompetensi.

Plt Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Nanang Adi Putranto, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam menciptakan tenaga kerja yang unggul dan mampu bersaing di era globalisasi.

“Kami menyadari bahwa tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks. Tidak cukup hanya dengan ijazah formal, namun dibutuhkan keahlian spesifik yang diakui secara nasional. Oleh karena itu, pelatihan ini kami rancang agar peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung dan akhirnya mendapatkan sertifikasi kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” jelas Nanang.

Menurutnya, sektor kopi dipilih sebagai fokus pelatihan karena tingginya pertumbuhan industri kopi di Indonesia, baik dari sisi produksi maupun konsumsi. Hal ini membuka peluang besar bagi tenaga kerja terampil, khususnya barista, untuk berkembang dan berkontribusi secara ekonomi.

“Kabupaten Blitar memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kreatif berbasis pertanian, termasuk kopi. Melalui pelatihan ini, kami berharap lahir barista-barista profesional dari Blitar yang mampu bekerja di kafe ternama, membuka usaha sendiri, atau bahkan menjadi pelatih di masa depan,” lanjutnya.

Pelatihan ini melibatkan instruktur bersertifikasi dan berpengalaman di bidang barista, yang membekali peserta dengan berbagai materi, mulai dari pengenalan jenis kopi, teknik penyeduhan, penggunaan mesin espresso, seni latte (latte art), hingga pelayanan pelanggan yang profesional. Selain itu, peserta juga diberikan sesi pembekalan soft skill seperti etika kerja, komunikasi, dan manajemen usaha kecil.

IMG 20250428 WA0086
Foto bersama pesert pelatihan. (Anang Agus Faisal/kabarterdepan.com)

Salah satu peserta, dalam sesi testimoni, mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya bisa menjadi bagian dari pelatihan tersebut.

“Kami benar-benar belajar dari nol, dari cara mengenali biji kopi yang baik hingga praktik membuat minuman kopi dengan standar industri. Terima kasih kepada seluruh instruktur dan pihak Disnaker yang sudah membimbing kami selama 10 hari ini,” ungkapnya penuh antusias.

Para peserta yang dinyatakan lulus juga menerima sertifikat kompetensi dari BNSP yang diakui secara nasional. Sertifikat ini menjadi bukti resmi keahlian mereka dan menjadi nilai tambah ketika melamar pekerjaan atau membuka usaha sendiri di bidang perkopian.

Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar dalam memberdayakan generasi muda, mengurangi angka pengangguran, dan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Ke depan, Disnaker Kabupaten Blitar berencana melanjutkan program serupa dengan berbagai skema kompetensi lainnya yang sesuai dengan kebutuhan industri, termasuk tata boga, digital marketing, dan kewirausahaan berbasis teknologi.

“Kami berharap, alumni pelatihan ini tidak berhenti sampai di sini. Terus belajar, kembangkan diri, dan manfaatkan jaringan yang ada untuk tumbuh bersama industri kopi Indonesia,” pungkas Nanang.

Dengan penutupan pelatihan ini, diharapkan para lulusan dapat segera terjun ke dunia kerja atau memulai usaha sendiri, membawa semangat baru dalam pengembangan sektor kopi, serta berkontribusi dalam pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan. (Adv)

Responsive Images

You cannot copy content of this page