IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Dishub Kota Semarang Tilang 12 Bus Angkutan Umum dalam Operasi Ramp Check

Avatar of Redaksi
Terminal Mangkang, Semarang. (Ahmad/kabarterdepan.com)
Terminal Mangkang, Semarang. (Ahmad/kabarterdepan.com)

Semarang, Kabarterdepan.com – Sebanyak 12 bus angkutan umum yang ditilang dalam operasi Ramp Check (kelayakan jalan) yang dilaksanakan Tim Gabungan dari Dinas Perhubungan Kota Semarang, Satlantas Kota Semarang, Jasa Raharja, dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Ramp Check ini dilaksanakan dua hari, Senin-Selasa kemarin. Ada 12 bus yang ditilang, karena setelah dilakukan pengecekan fisik ternyata bus-bus itu tidak memenuhi persyaratan yang ditentukan,” kata Ambar Prasetyo, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Semarang, Rabu (3/4/2024).

Responsive Images

Ambar menegaskan, inspeksi untuk memastikan kelaikan kendaraan ini sebelumnya dilakukan di Terminal Mangkang dan Terminal Penggaron, terhadap angkutan umum dalam kota dan antarprovinsi.

“Hari pertama Senin kemarin, di Terminal Mangkang dan Penggaron ada delapan armada bus yang ditilang, karena tidak memenuhi unsur administrasi maupun teknis. Kalau di Cangkiran dan Gunungpati ada dua armada yang ditilang,” jelasnya.

Sampai saat ini, lanjutnya, ada 12 armada yang ditilang lantaran tidak memenuhi persyaratan administrasi maupun persyaratan teknis.

Ambar menjelaskan, sesuai Peraturan Dirjen Perhubungan Darat Nomor 5637 Tahun 2017 terkait pedoman pelaksanaan unsur ramp check, ada dua unsur yang dilakukan penilaian yaitu persyaratan administrasi dan persyaratan teknis laik jalan.

“Sebuah armada jika tidak memenuhi persyaratan teknis untuk unsur penunjang masih bisa diberi peringatan,” tambahnya.

Namun, jika tidak memenuhi persyaratan teknis unsur utama dilakukan pembatalan keberangkatan. Sedangkan, jika tidak memenuhi unsur persyaratan administrasi dilakukan tindak tilang dari pihak kepolisian.

“Misalnya, kendaraan bus trayek Boja – Semarang ternyata masa uji berkalanya habis. Sehingga, dilakukan penilangan oleh kepolisian,” jelasnya.

Adapun persyaratan teknis utama, papar dia, yakni berupa fungsi pengereman, penerangan dan hal lainnya yang merupakan faktor utama penunjang keselamatan. Jika terlewatkan dapat membahayakan pengguna angkutan umum.

“Unsur penunjang terkait kelengkapan armada, misal bodi keropos, tidak ada unsur keselamatan palu, atau lainnya. Itu masih bisa diberi toleransi dua kali peringatan,” pungkasnya. (Ahmad)

Responsive Images

Tinggalkan komentar