Disdik Sleman Keluhkan Banyak Guru Tak Siap Jadi Kepala Sekolah

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Kepala Disdik Sleman Mustadi. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)
Kepala Disdik Sleman Mustadi. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Sleman, kabarterdepan.com – Dinas Pendidikan (Disdik)Sleman menilai banyak guru yang sebenarnya memenuhi syarat menjadi kepala sekolah, namun belum cukup percaya diri untuk melanjutkan estafet kepemimpinan.

Kepala Disdik Sleman, Mustadi, mengatakan kendala terbesar bukan hanya soal kekosongan jabatan akibat pensiun, tetapi minimnya kesiapan mental calon pemimpin sekolah.

“Guru harus punya kepercayaan diri dan kompetensi. Saat ada seleksi kepala sekolah, banyak yang ragu melangkah,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).

Ia menyebut sejumlah guru bahkan mundur setelah lolos seleksi substansi calon kepala sekolah, tepat sebelum masuk tahap pendidikan dan pelatihan.

“Kepala sekolah harus mengikuti diklat. Ada yang sudah lolos seleksi, tapi ketika waktunya diklat justru tidak siap,” katanya.

Ilustrasi guru di Disdik Sleman
Ilustrasi guru di Disdik Sleman

Kondisi ini berdampak pada lambatnya pengisian posisi kepala sekolah di berbagai jenjang. Meski total kekosongan mencapai puluhan, Mustadi menargetkan seluruhnya dapat terisi akhir Desember, asalkan para guru siap menjalani prosesnya.

Sorotan Disdik Sleman

Pentingnya karakter kepemimpinan menjadi sorotan utama Disdik Sleman. “Kesiapan mental dan keberanian memimpin adalah kunci. Itu yang terus kami tekankan kepada guru-guru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan, Dwi Warni Yuliastuti, menambahkan bahwa proses seleksi dan pengusulan kepala sekolah saat ini sudah terintegrasi melalui aplikasi SIM KSPSTK, sesuai Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025. “Kami juga berkoordinasi dengan BBGTK untuk memastikan prosesnya berjalan sesuai aturan,” ujarnya.

Sejak sosialisasi pada September di Disdik Sleman, para calon kepala sekolah telah melalui seleksi administrasi serta verifikasi data. Seleksi substansi masih berlangsung sebelum peserta memasuki tahap diklat yang dijadwalkan pada 24 November–5 Desember. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page