Dinkes Kota Yogyakarta Minta Masyarakat Waspadai Super Flu

Avatar of Jurnalis: Ahmad
Ilustrasi pencegahan super flu. (Dinkes Kota Yogyakarta/kabarterdepan.com)
Ilustrasi pencegahan super flu. (Dinkes Kota Yogyakarta/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarerdepan.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Kesehatan meminta masyarakat waspada terhadap munculnya penyakit yang dikenal sebagai super flu.

Penyakit ini merupakan varian baru dari influenza A, yaitu Influenza A H3N2 Subclade K, yang termasuk dalam kelompok Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan memiliki tingkat penularan yang cukup cepat.

Sub Koordinator Kelompok Substansi Surveilans, Pengelolaan Data, dan Sistem Informasi Kesehatan Bidang P2P PD SIK Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi Ramtana Solikhin menjelaskan bahwa super flu sejatinya masih tergolong flu biasa, namun disebabkan oleh varian baru virus influenza A.

“Super flu ini merupakan influenza A H3N2 Subclade K. Penularannya memang lebih mudah dan gejalanya relatif lebih berat dibandingkan flu biasa. Meski demikian, sampai sekarang belum ada bukti peningkatan tingkat keparahan yang signifikan seperti pada kasus Covid-19,” ujarnya.

IMG 20260107 WA0242
Ilustrasi flu. (www.halodoc.com for kabarterdepan.com)

Ia juga menuturkan bahwa kemunculan varian baru virus influenza merupakan hal yang lazim secara epidemiologis. Di Indonesia, virus influenza A sebenarnya sudah lama ada, hanya saja sebelumnya belum dilakukan pengelompokan subvarian secara mendetail.

Gejala Super Flu

Mengacu pada hasil penelusuran dan referensi dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), super flu ditandai dengan gejala yang lebih berat, antara lain demam tinggi yang muncul tiba-tiba dan berlangsung lebih lama, nyeri otot dan sendi yang intens, kelelahan ekstrem, sakit kepala berat, serta batuk berkepanjangan hingga dua minggu.

Lama sakit ini cenderung lebih panjang dibandingkan influenza biasa yang umumnya pulih dalam waktu sekitar satu minggu.

Meski demikian, Solikhin memastikan bahwa hingga kini belum ditemukan lonjakan kasus super flu di Kota Yogyakarta.

Berdasarkan surveilans sentinel yang dilakukan pada periode 28 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, tercatat sekitar 53 kasus influenza A, namun tidak termasuk subclade K.

Terkait dampaknya, Solikhin menegaskan bahwa super flu tidak berbahaya seperti Covid-19, meskipun mekanisme penularannya serupa, yaitu melalui droplet saat batuk, bersin, atau berbicara.

Virus juga dapat menempel pada permukaan benda dan masuk ke tubuh melalui tangan yang tidak bersih.

Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih adalah lanjut usia serta penderita penyakit penyerta.

“Pada kelompok rentan, risiko perburukan kondisi lebih besar, sehingga disarankan menggunakan alat pelindung diri saat beraktivitas dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala,” jelasnya.

Untuk upaya pencegahan, masyarakat dianjurkan melakukan vaksinasi influenza meskipun belum tersedia vaksin khusus untuk subclade K.

Vaksin flu yang ada tetap bermanfaat untuk membantu pembentukan antibodi dan mengurangi risiko keparahan penyakit. Namun, hingga saat ini vaksinasi influenza di Puskesmas masih bersifat berbayar dan belum termasuk program gratis.

Selain itu, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat juga sangat penting, seperti menggunakan masker saat sakit, rajin mencuci tangan, menghindari kerumunan, memastikan ventilasi ruangan yang baik, serta menerapkan etika batuk dengan menutup hidung dan mulut menggunakan tisu atau lengan atas.

Sebagai langkah pencegahan, Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan kepada seluruh kepala Puskesmas dan melakukan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan promosi kesehatan.

“Super flu memang tidak separah Covid-19, namun cukup mengganggu aktivitas. Oleh karena itu, pencegahan penularan dan menjaga kesehatan diri menjadi hal yang utama,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti, menyampaikan bahwa hingga kini belum ditemukan kasus super flu di wilayahnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan daya tahan tubuh dengan istirahat yang cukup, mengonsumsi makanan bergizi, serta menjaga asupan cairan tubuh. (Hadid Husaini)

Responsive Images

You cannot copy content of this page