Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Ancam Hentikan Operasional SPPG yang Tidak Memenuhi Standar

Avatar of Redaksi
IMG 20250830 WA0040
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Sukidi. (Hadid Husaini/kabarterdepan.com)

Yogyakarta, kabarterdepan.com – Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta memastikan akan menghentikan operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) jika tidak memenuhi standar.

“Kalau (SPPG) nggak bisa menyediakan makanan sehat, kami berhentikan,” kata Kepada Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta, Sukidi, Sabtu (30/8/2025).

Pihaknya berupaya melakukan pengawasan ketat terhadap makanan yang disajikan, baik pre market maupun post market, di setiap dapur SPPG maupun penyedia katering.

Pengawasan pre market dilakukan untuk mengetahui kualitas kelayakan bahan makanan sebelum diolah, memastikan bahwa kandungan gizi tercukupi.

Untuk bahan makanan yang disimpan di cold storage, ia menyarankan agar tidak terlalu lama didinginkan karena dapat mengurangi kandungan gizi.

“Karena kalau terlalu lama didinginkan, apalagi suhu -14 derajat hingga bahan pangan terbungkus es, itu kan buruk sekali untuk gizi,” ujarnya.

Selain itu pihaknya juga melakukan post market untuk mengetahui kandungan bahan usai dimasak.

“Kalau misal ada kandungan berbahaya, kami hentikan untuk distribusi,” tegas Sukidi.

Pihaknya berupaya untuk membantu dapur SPPG menyediakan makanan MBG sesuai dengan pangan sehat serta mencukupi  kebutuhan gizi.

“Karena orang makan filosofinya kan harus sehat, karena pemenuhan gizi ini yang penting harus sehat.  Makan itu bukan enaknya, tapi pemenuhan gizinya. Minimal 2400 kalori per hari, kalau nggak orang itu bisa letoy dan tidak sigap,” katanya.

Sukidi juga mendorong agar ikan menjadi sajian yang perlu diprioritaskan, minimal dalam 2 kali seminggu.

Sukidi menyampaikan hingga saat ini belum ada kasus keracunan akibat mengkonsumsi MBG, meskipun sempat ditemukan adanya kasus ulat yang ditemukan pada makanan.

“Sampai hari ini di Kota Yogyakarta masih aman, mudah-mudahan nggak kita temukan hal-hal yang yang mencurigakan atau yang membahayakan,” katanya. (Hadid)

Responsive Images

You cannot copy content of this page