Dihantui Bau Menyengat PT Enero Gedeg, Warga Berharap Segera Ada Titik Temu

Avatar of Redaksi
20250203 154714 11zon scaled
Potret PT Enero dari Dusun Suko Sewu (Tim Redaksi / Kabarterdepan.com)

Mojokerto, Kabarterdepan.com – Warga Dusun Suko Sewu RT 8, Desa Gempolkerep, Kecamatan Gedeg, Mojokerto dihantui bau menusuk yang diduga berasal dari aktivitas produksi etanol PT. Energi Agro Nusantara (Enero). Akibatnya sebagian warga mengalami gangguan sesak napas hingga pusing.

Ketua RT 8 Dusun Suko Sewu, Supardi, mengatakan bahwa bau muncul jika hembusan angin kencang hingga masuk ke dalam rumah.

“Bau kan nggak selalu ada, tiba-tiba, ada juga kadang hilang lalu muncul lagi, apalagi kalau hujan baunya semakin tercium hingga masuk rumah dan itu lebih baik saya keluar mencari angin karena baunya kalau didalam rumah susah hilang,” ungkap Supardi.

Bau tersebut muncul di waktu tertentu, di waktu tidur bau bisa tercium sekitar pukul 01.00 – 02.00 dini hari.

“Saat tidur itu sering terbangun karena baunya yang masuk ke rumah dan susah hilang baunya,” jelasnya.

Menurut Supardi, belum ada keluhan warga tentang kerusakan lingkungan di sekitar akibat limbah PT. Enero.

“Limbahnya itu dikelola menjadi pupuk hayati, pupuknya dikirim ke sawah warga-warga buat penghijauan, banyak mobil pengangkut pupuk untuk dikirim ke Kediri,” imbuhnya.

Sementara untuk tahapan pengaduan warga tentang bau produksi ke pihak perusahaan masih belum menemukan titik temu.

“Kalau tahapnya itu sudah mentok dan tidak ada titik temu, sebenarnya warga demonstrasi itu bisa aja tetapi kan yang penting ada solusi, titik temu dan komunikasi antara perusahaan dan warga, kalau perusahaan bisa survei ke rumah warga kan enak,” papar ketua RT sekaligus anggota LSM tersebut.

Supardi menilai adanya misskomunikasi pihak perusahaan dengan warga, sedangkan dari pihak kepala desa belum mengadakan rapat lagi.

“Semua warga disuruh menulis surat pernyataan dan sudah banyak membuat surat pernyataan tentang keluhan, tetapi tetap saja solusinya nggak ada. Terus terang aja belum ada rapat, belum ada ajakan,” tegasnya.

Selain itu, perantara untuk mengomunikasikan terkait masalah bau tersebut diharapkan satu pintu.

“Kemarin kan kepala desa yang lama meninggal, kemudian diganti ada Pj-nya. Yang pernah rapat itukan sekretaris desa, katanya akan didatangkan humas perusahaan tapi sampai saat ini belum,” lanjutnya.

Sementara, saat terjadi ledakan pada tahun 2020 hanya ada kompensasi pembenahan rumah yang terdampak. Saat itu, banyak warga yang panik dan mengungsi selama 1 malam.

Dengan adanya permasalahan bau ini, semua warga Dusun Suko Sewu terutama RT 8 berharap adanya titik temu dari pihak perusahaan seperti masalah kesehatan.

“Saya dan warga berharap ada titik temu berupa solusi tentang masalah kesehatan berupa kompensasi kesehatan, kalau ada tiba-tiba yang sesek itu mau dibawa kemana, atau berupa santunan pokoknya harus ada,” harapnya.

Supardi juga menyebutkan, selain bau, air pencucian yang dikeluarkan dari Mixer Pendingin Tanxi menyembur hingga ke jalan dan jika mengenai baju putih akan membekas menjadi kuning serta jika kena mata akan terasa pedih. (Wahyuni*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page