Dibangun Anggaran DIF Rp 294 Juta, Jembatan Nambuhan Bersifat Sementara, Ini Faktanya

Avatar of Redaksi
Screenshot 20241224 072146
Potret Jembatan Nambuhan setelah diperbaiki DPUPR Grobogan.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Grobogan,kabarterdepan.com – Penanganan jembatan Nambuhan diruas jalan Dayang-Kuwu Kabupaten Grobogan rampung dikerjakan. Namun, konstruksi jembatan hanya bersifat darurat atau sementara.

Pembuatan jembatan darurat dengan panjang 12 meter dan lebar 4 meter itu menggunakan anggaran Dana Intensif Fiskal (DIF) tahun 2024 sebesar Rp.294 juta rupiah.

“Saat ini jembatan sudah dapat dilewati kembali seperti semula,” ujar Sekretaris Dinas Pekerjaaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Grobogan, Wahyu Tri Darmawanto, Senin (23/12/24).

Wahyu menjelaskan, perbaikan jembatan sementara menggunakan opsi pemasangan gelagar baja IMF yang dirangkai dengan pengaku diafragma yang dibentangkan diatas Jembatan gelagar lama, dan menumpu pada oprit jembatan sisi barat dan sisi timur.

“Sementara pemasangan lantai jembatan darurat berupa dekplang kayu 8/20 centimeter x 4 meter sepanjang 12 meter yang dirangkai dengan baja siku, mur, baut, kuku macan dan lain-lain,” jelasnya.

Dijelaskan, dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi jembatan darurat Nambuhan itu termasuk sangat singkat, pihannya mengaku sempat menutup akses jalan Danyang -Kuwu secara total bagi pengguna jalan selama beberapa hari.

“Target penutupan selama tujuh hari, Namun dalam pelaksanaannya selesai selama lima hari sehingga pemasangan piranti jembatan dapat berjalan maksimal, jelasnya.

“Kemarin sudah ditutup lima hari sejak tanggal 19 Desember. Saat ini sudah bisa dilewati,” imbuh Wahyu.

Sementara, tentang usulan pembongkaran jembatan Nambuhan secara total akan tetap dilakukan, Wahyu menilai membutuhkan anggaran setidaknya kurang lebih sekita Rp 2,5 miliar.

“Pengusulan pembongkaran Jembatan Nambuhan, tetap akan diusulkan kedepan,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Kondisi jembatan Nambuhan mengalami kerusakan dan sempat berpotensi ambrol, kondisi jembatan sudah melengkung, sebagian bantalan struktur beton yang berfungsi sebagai penyangga jembatan sudah retak, lapuk dan berlumut.

Jembatan milik Pemerintah Kabupaten Grobogan sempat ditutup oleh petugas Dishub dan Satlantas Polres Grobogan bagi kendaraan khusus roda empat dan lebih. Sementara untuk penguna roda dua masih dapat menggunakan jembatan tersebut.(Masrikin).

Responsive Images

You cannot copy content of this page