
Gunungkidul, kabarterdepan.com – Beberapa diaspora dari berbagai negara bertemu di Gunungkidul dalam Kongres Diaspora Jawa Internasional ke 6, Jumat (14/6/2025).
Berbagai diaspora Jawa hadir mulai dari Belanda, Suriname, Thailand, Malaysia, dan Singapura di Bangsal Sewokoprojo.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih menyampaikan, kongres tersebut sangat penting untuk memperkuat landasan menatap masa depan.
Momen tersebut menjadi kebanggaan tersendiri untuk memperkenalkan potensi yang dimiliki oleh Bumi Handayani.
“Inilah momentum bagi kita semua untuk saling menguatkan, mempererat jejaring dan membuka peluang kolaborasi di bidang budaya, ekonomi kreatif, pendidikan serta pariwisata,” katanya.
Disebutnya, Pemkab Gunungkidul akan menindaklanjuti hasil pertemuan dalam berbagai bentuk kerjasama, salah satunya dengan memperluas jangkauan UMKM ke mancanegara.
Dirinya akan berkomunikasi secara intensif dengan paguyuban diaspora dari berbagai negara. “Ini agar produk Gunungkidul dapat masuk ke luar negeri lewat jaringan diaspora,” ujarnya.
Dirinya berterima kasih kepada KPH Wironegoro atas penunjukkan yang pelaksanaan kongres tersebut di Bumi Handayani. Ia menyampaikan, kongres tersebut diharapkan dapat dilaksanakan di Gunungkidul.
KPH Wironegoro dalam selaku pendamping diaspora Jawa selama 15 tahun terakhir, menyampaikan bahwa kongres ini bukan hanya pertemuan tentang nostalgia semata.
Ia menyebut kongres tersebut sebagai penguatan identitas dan spiritualitas orang Jawa yang berada di luar negeri.
“Selama ini banyak diaspora Jawa datang ke tanah leluhur tanpa mendapatkan tuntunan budaya dan keilmuan,” katanya.
Mewakili Kraton Yogyakarta, Pihaknya ingin para diaspora tetap mempertahankan identitas kultural yang dimiliki yang diwariskan oleh nenek moyang.
Dirinya juga mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Bupati Gunungkidul dalam merawat Budaya Jawa di tengah masyarakat. (Hadid Husaini)
