
Yogyakarta, Kabarterdepan.com – Kebijakan serius diambil oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY untuk menutup akses jalur Plengkung Nirbaya atau lebih dikenal Plengkung Gading.
Penutupan tersebut sudah nampak dilakukan sejak Sabtu (15/3/2025) pagi. Saat disambangi Kabarterdepan.com, banyak masyarakat tak jadi melewati jalur tersebut setelah mengetahui aksesnya ditutup.
Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Laksmi Pratiwi menyampaikan jika Penutupan ini berdasarkan penilaian terhadap kondisi Plengkung Nirbaya pasca penerapan Sistem Satu Arah (SSA) yang menunjukkan bahwa perlu adanya upaya konservasi menyeluruh.
Dian menyampaikan Potensi ancaman keselamatan pengendara juga menjadi pertimbangan agar tidak melewati jalur tersebut.
Selain itu, kondisi ini mulai berpotensi mengancam keselamatan pengendara yang melewati plengkung.
“Tidak hanya sebagai upaya mitigasi terhadap penyelamatan Plengkung Nirbaya saja, namun juga mitigasi terhadap keselamatan manusia dan kendaraan yang sangat mungkin terdampak dari kerentanan Plengkung Nirbaya tersebut,” katanya.
Oleh karena itu, pihaknya menyampaikan berupaya untuk mengantisipasi agar tidak ada potensi kecelakaan yang yang tidak diharapkan.
Penutupan secara mendadak dilakukan setelah sebelumnya dilakukan pemantauan dan penanganan benteng sejak 2015. “Kalau dilihat, akumulasi dampak yang muncul lebih parah dari yang diperkirakan,” ujarnya.
Oleh karena itu, Dian menyampaikan dibutuhkan ruang dan waktu secara maksimal untuk memetakan dan berbagai potensi kerentanan.
“Bahwa benar bangunan tersebut secara umum masih terlihat utuh namun terdapat kerentanan yang sangat tinggi,” katanya.
Kerentanan ini tidak bisa hanya dikondisikan pada faktor-faktor yang membebaninya saja tetapi perlu dilakukan upaya penyelamatan terhadap struktur bangunan itu sendiri,” tutup Dian.
Pihaknya menyampaikan akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan DIY maupun Dirlantas Polda DIY akan menindaklanjuti penutupan arus tersebut. (Hadid Husaini)
