Detik-detik Mencekam di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny: Tim SAR Bertaruh Nyawa 24 Jam

Avatar of Redaksi
Al Khoziny
Ekskavator yang disiapkan untuk mengangkat reruntuhan Musala Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Minggu (5/10/2025) (Redaksi / Kabarterdepan.com)

Sidoarjo, Kabarterdepan.com – Malam demi malam, lokasi reruntuhan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus menjadi saksi bisu perjuangan tanpa henti.

Dentuman alat berat bersahut-sahutan dengan doa dan isak keluarga korban, sementara tim SAR gabungan berpacu melawan waktu, menembus bongkahan beton dan besi yang tak kenal ampun.

Sejak detik pertama tragedi yang mengguncang pada Senin (29/9/2025) sore, operasi penyelamatan tidak pernah berhenti.

Direktur Operasi Basarnas sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo, menegaskan, dedikasi penuh telah menjadi kunci di hari-hari panjang pencarian ini.

“Kami akan tetap maksimal melakukan kegiatan ini. Hari ini kami fokus membuka jalur tengah dan sisi kanan di sektor A4. Untuk bangunan di sisi kiri (A2), kami akan berkoordinasi dengan tenaga ahli, karena kondisinya menempel dengan bangunan lain,” jelas Bramantyo, Minggu (5/10/2025).

Rintangan Tim SAR Ponpes Al Khoziny

Menurut Bramantyo, rintangan terbesar bukan hanya kerasnya material reruntuhan, tetapi juga ancaman bangunan di sisi kiri yang rawan ambruk sewaktu-waktu.

Karena itu, strategi teknis dilakukan dengan penuh kehati-hatian. Bahkan tenaga ahli konstruksi dilibatkan agar setiap langkah penyelamatan aman sekaligus efektif.

“Sejak awal kami tidak berhenti 24 jam. Tim Basarnas dibagi dalam kelompok, rotasi tiga jam sekali. Jadi, tidak ada jeda dalam evakuasi,” tegasnya.

Hingga Minggu (5/10/2025) pagi, ratusan petugas masih bekerja bahu-membahu. Di satu sisi, suara mesin ekskavator terus bergemuruh.

Di sisi lain, tangis dan teriakan keluarga korban yang menunggu hasil pencarian kian menambah beban emosional di lokasi.

Namun di balik itu semua, semangat tidak pernah padam. Bagi para relawan dan tim SAR, setiap detik adalah taruhan: antara menemukan korban selamat atau sekadar mengangkat tubuh tanpa nyawa dari timbunan beton.

Runtuhnya musala tiga lantai Ponpes Al Khoziny tak sekadar mencatat angka korban. Ia menggores luka mendalam sekaligus menguji keteguhan hati banyak orang.

Dari petugas yang berjibaku siang-malam, hingga keluarga yang menggantungkan harapan di balik puing, semua berpadu dalam satu ikhtiar: menemukan seluruh korban, apapun risikonya.

Responsive Images

You cannot copy content of this page