IMM Toyota - Mojokerto
Kitoshindo
Birth Beyond

Derita Pengungsi di Pulau Bawean Pasca Gempa Tuban, Sumber Air Menjadi Kotor

Avatar of Redaksi

 

Warga Bawean krisis air bersih, Sabtu (23/3/2024). (Redaksi/Kabarterdepan.com)
Warga Bawean krisis air bersih, Sabtu (23/3/2024). (Redaksi/Kabarterdepan.com)

Gresik, kabarterdepan.com – Pulau Bawean Gresik disebut cukup parah terdampak gempa bumi yang melanda perairan di Tuban, Jumat (22/3/2024).

Responsive Images

Selain masih trauma masuk rumah dan memilih tinggal sementara di tenda, mereka juga mengalami krisis air bersih. Sumber air yang semulah bersih dan bening, kini menjadi kotor berwarna kecoklatan.

Hal itu dikatakan Ahmad Muzayyin, warga Dusun Pasir Panjang, Desa Kepuh Teluk, Kecamatan Tambak, Bawean, Kabupaten Gresik, Sabtu (23/3/2024).

Ia mengatakan, air yang ada saat ini menjadi satu-satunya sumber yang digunakan untuk semua kebutuhan warga. Mulai dari mandi, mencuci hingga untuk dikonsumsi. Namun air itu kini telah kotor.

“Kami bingung mau mandi gimana, karena airnya mendadak kotor berwarna kecoklatan,” katanya.

Dijelaskan Muzayyin, air yang biasa digunakan warga setempat berasal dari sumber langsung di pegunungan. Air dari sumber tersebut biasanya jernih dan bening. Namun pasca gempa, air kini berubah warna kecoklatan.

Hal itu sangat berdampak pada warga. warga kesulitan mendapatkan air bersih untuk sekedar mandi, cuci baju, dan masak. Bahkan bagi wargayang punya bayi dan anak kecil, mereka sangat mengkhawatirkan kondisi tersebut.

“Saya gak tau harus bagaimana agar bisa dapat air bersih, karena selama ini air yang digunakan warga langsung dari sumber di pegunungan, tapi sekarang kotor. Kasihan yang punya bayi dan anak kecil, khawatir kesehatannya,” ujarnya.

Air kotor itu tak terjadi di bagian pulau Bawean lainnya. Menurut Amnah, warga Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Bawean, Kabupaten Gresik, air di daerahnya masih bersih dan aman.

“Di sini airnya juga bersumber langsung dari pegunungan, tapi Alhamdulillah bersih, masih jernih,” katanya.

Namun menurut Amin, warga Desa Kepuh legundi, air yang ada di desanya memang awalnya sempat berwarna keruh. Namun pada Sabtu (23/3/2024) air tersebut Kembali bening, normal kembali.

“Kemarin airnya juga (kotor) seperti itu, sekarang sudah berangsur normal,” tegasnya.

Fenomena air mendadak kotor hanya terjadi di Kecamatan Tambak saja. Lebih dari satu sumber mata air di kecamatan Tambak tersebut airnya bercampur lumpur abu-abu.

Bahkan menurut Badrus, warga setempat, pasca gempa Jumat (22/3/2024) sempat terjadi semburan lumpur berwarna abu-abu.

“Setelah gempa dengan dengan kekuatan magnitudo 6.5SR, ada sekitar 8 titik lubang yang mengeluarkan semburan lumpur warna abu-abu,” pungkas Badrus. (*)

Responsive Images

Tinggalkan komentar