
Banyuwangi, kabarterdepan.com – Partai Demokrat memberikan surat rekomendasi untuk pasangan Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) Ipuk Fiestiandani – Mujiono yang diyakini memiliki potensi kemenangan yang tinggi pada Pilkada Banyuwangi pada 27 November 2024.
“Kewajiban kami secara internal untuk melihat potensi atau kans kemenangan dari masing-masing kandidat,” ungkap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada Kamis, (8/9/2024).
Dengan rekomendasi yang diberikan, AHY berharap Ipuk-Mujiono segera menyusun langkah-langkah taktis untuk memenangkan pemilihan.
Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Demokrat Kabupaten Banyuwangi Michael Edi Hariyanto mengatakan bahwa Ipuk-Mujiono adalah pasangan ideal untuk memimpin Banyuwangi ke depan.
“DPP Partai Demokrat telah mempertimbangkan sejumlah hal sebelum memutuskan rekom ke Ipuk dan Mujiono. Di antaranya survei yang menunjukkan bahwa elektabilitas Ipuk tertinggi,” terang Michael.
Pada survei yang dilakukan LSI Denny JA, dalam sejumlah simulasi nama, Ipuk mencapai angka 59 persen, sementara kandidat-kandidat lain maksimal 7 persen.
“Tingkat kepuasan terhadap kepemimpinan Bu Ipuk sebagai incumbent juga sangat tinggi. Survei menyebutkan 80,7 persen warga Banyuwangi menyatakan puas/ sangat puas atas kepemimpinan Bu Ipuk,” ungkap Wakil Ketua DPRD Banyuwangi itu.
Namun bukan hanya karena survei, pihaknya juga disebutnya turun ke bawah untuk merasakan langsung bagaimana kehendak rakyat Banyuwangi untuk kembali dipimpin oleh Ipuk.
Sementara itu, Ipuk berterima kasih dengan rekomendasi yang ia dapatkan dan mengatakan bahwa mandat dari Partai Demokrat adalah representasi mandat rakyat.
“Terima kasih Pak AHY. Ini adalah kehormatan bagi kami untuk terus berkhidmat bagi masyarakat Banyuwangi,” tutur Ipuk.
Ipuk menambahkan, Partai Demokrat memperkuat upaya membangun Banyuwangi ke depan, serta menjadi dukungan untuk menuntaskan program-program pro rakyat.
“Kami akan terus menggenjot program-program yang berorientasi meningkatkan kualitas SDM dan menggerakkan perekonomian masyarakat,” tandas Ipuk. (Fitri)
