
Sleman, kabarterdepan.com – Polisi mengembalikan 3 mahasiswa ke pihak kampus usai sebelumnya diamankan saat aksi demo ricuh di Polda DIY, Selasa (24/2/2026).
Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Ihsan menyampaikan, 3 mahasiswa tersebut dikembalikan pada pukul 22.30 WIB usai berkoordinasi dengan pihak kampus.
“Kami telah berkoordinasi dengan pihak rektorat untuk menjemput mahasiswanya,” katanya pada Rabu (25/2/2026).
Kendati begitu, pihaknya belum menyampaikan darimana kampus 3 mahasiswa tersebut berasal.
Demo Ricuh Mahasiswa
Aksi tersebut sebelumnya sempat diwarnai kericuhan serta perusakan pagar sisi timur Mapolda DIY.
Terkait jalannya aksi, Ihsan menyayangkan unjuk rasa yang awalnya berlangsung sebagai penyampaian aspirasi harus berakhir ricuh dan disertai pengrusakan fasilitas.
“Kami menyayangkan aksi tersebut berakhir ricuh dan terjadi pengrusakan pada pagar sisi timur Mapolda. Namun secara umum, situasi dapat dikendalikan oleh petugas di lapangan,” jelasnya.

Aksi tersebut dilakukan sebagai wujud kemarahan mahasiswa terhadap peristiwa yang menimpa seorang pelajar MTs berinisial (AT) yang meninggal di Tual, Maluku oleh seorang anggota Brimob Bripda MS.
Aksi demonstrasi kembali berlangsung di Mapolda DIY pada Selasa (24/2/2026).
Situasi di sekitar Mapolda DIY sempat memanas ketika ribuan demonstran mendatangi lokasi dan berhasil menembus gerbang.
Polda DIY Alami Kerusakan
Massa juga melakukan aksi corat-coret di area sekitar Mapolda, termasuk jalan. Gerbang sisi timur mengalami kerusakan setelah didorong oleh peserta aksi.
Sejumlah stiker juga ditempelkan oleh massa aksi di sejumlah depan gerbang. Akibat kejadian tersebut, akses jalan di depan Mapolda DIY terpaksa ditutup sementara.
Aksi massa mulai membubarkan diri saat hujan mulai mengguyur sekitar lokasi.
Sebelumnya, aparat kepolisian telah memasang pagar kawat berduri sejak sore hari sebagai langkah antisipasi. Sejumlah kendaraan taktis turut disiagakan di halaman Mapolda. (Hadid Husaini)
