Dedi Mulyadi Tunda Bantuan Desa Cianaga, Buntut Raya Meninggal karena Tubuh Penuh Cacing

Avatar of Redaksi
SmartSelect 20250821 215952 YouTube
Potret Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, saat berpidato di Rapat Paripurna DPRD Jabar. (Youtube Jabarprov TV)

Jawa Barat, Kabarterdepan.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan akan menunda bantuan untuk Desa Cianaga, Kecamatan Kebandungan, Kabupaten Sukabumi, buntut dari kasus meninggalnya seorang balita bernama Raya (4) akibat seluruh tubuhnya terinfeksi cacing.

Menurut Dedi, desa tersebut gagal memberikan perlindungan dan pelayanan dasar bagi warganya.

“Saya memutuskan terhadap desa itu memberikan hukuman, saya tunda bantuan desanya karena desanya tidak mampu mengurus warganya,” kata Dedi dalam Rapat Paripurna DPRD Jabar dalam rangka Hari Jadi ke-80 Jawa Barat, Selasa (19/8/2025).

Dedi juga menekankan bahwa orientasi anggaran semestinya tidak hanya soal nominal, melainkan harus dilandasi empati dan kepedulian.

“Semua orang bicara anggaran, semua orang bicara keuangan, dia lupa bahwa di balik anggaran ada rasa dan cinta yang bisa mengadakan yang ada, meniadakan yang tiada. Betapa kita gagap dan betapa kita lalai, kenapa perangkat birokrasi yang tersusun sampai tingkat RT ternyata tidak bisa membangun empati,” ujarnya.

Dalam unggahan di akun media sosial pribadinya @dedimulyadi71, Dedi juga sempat menyentil peran Ketua Tim Penggerak PKK, Kepala Desa, hingga Bidan Desa di Cianaga.

“Saya akan memberikan sanksi bagi desa tersebut karena fungsi PKK tidak jalan, posyandu tidak berjalan, dan fungsi kebidanannya pun tidak berjalan. Sanksi akan diberikan pada siapapun yang terbukti tidak memberikan perhatian kepada masyarakat,” tegas Dedi.

Kasus yang menimpa Raya turut menyita perhatian publik. Balita itu tumbuh dalam kondisi keluarga yang sulit. Sang ibu diketahui mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ), sementara ayahnya menderita TBC.

Sebelumnya, Raya sempat dirawat secara intensif di PICU RSUD R. Syamsudin SH selama sembilan hari.

Dokter awalnya mendiagnosa Raya terkena infeksi paru atau komplikasi TBC. Namun, kondisi kian memburuk setelah cacing keluar dari hidung Raya, diikuti ratusan lainnya dari anusnya saat buang air besar.

Selain itu, hasil CT Scan bahkan menunjukkan adanya cacing serta telur di bagian otaknya.

Tim Pegiat Sosial Iin yang pertama kali menolong Raya sempat kesulitan mengurus biaya perawatan mencapai Rp23 juta.

Mirisnya lagi, Raya dan orang tuanya tidak terdaftar BPJS karena keluarga mereka tidak tercatat dalam administrasi kependudukan. (Riris)

Responsive Images

You cannot copy content of this page