Dari Pelajar Jadi Pelestari Budaya, Dua Srikandi Tari Muda Sampang Curi Perhatian

Avatar of Jurnalis: Ahmad
PELESTARI BUDAYA: Desi (kiri) Indah (kanan) siswi SMAN 1 Sampang yang sempat menarik perhatian masyarakat saat tampil di Alun-alun Trunojoyo (fais/kabarterdepan.com)
PELESTARI BUDAYA: Desi (kiri) Indah (kanan) siswi SMAN 1 Sampang yang sempat menarik perhatian masyarakat saat tampil di Alun-alun Trunojoyo (fais/kabarterdepan.com)

Sampang, kabarterdepan.com – Penampilan dua siswi SMA Negeri 1 Sampang dalam rangkaian aksi bakti sosial Paguyuban Combodug Sampang (PCS) di Alun-alun Trunojoyo, Sampang, Sabtu (20/12/2025) malam, menjadi dia srikandi pelestari budaya.

Keduanya bukan sekadar penari, namun juga pengelola sanggar tari tradisional Denaya, di usia yang masih sangat muda. Dua siswi SMAN 1 Sampang kelas X Merdeka 2, Desi Luluk Sofia dan Ayudia Indah Kirana, tampil membawakan Tarian Tradisional.

Pelestari Budaya

Di tengah minimnya minat remaja terhadap seni tradisional, Desi dan Indah justru memilih mengelola sanggar tari sebagai ruang belajar dan pelestarian budaya. Langkah ini dinilai langka dan patut diapresiasi.

“Kami ingin memberikan kontribusi, meskipun kecil. Setidaknya, melalui apa yang kami miliki, kami bisa ikut berkontribusi dan berbagi,” Ungkap Desi.

Penampilan keduanya mendapat respons positif dari masyarakat yang memadati Alun-alun Trunojoyo. Aksi budaya ini sekaligus menegaskan bahwa pelestarian seni tradisional dapat berjalan seiring dengan kepedulian sosial.

IMG 20251220 WA0268
Indah dan Desi berfoto bersama dengan Anggota PCS di depan tugu Alun Alun-alun Trunojoyo Sampang (fais/kabarterdepan.com)

Keterlibatan aktif pelajar SMA dalam mengelola sanggar tari menjadi harapan baru bagi keberlanjutan budaya Madura di Kabupaten Sampang, dengan Gen Z sebagai garda terdepan pelestari budaya lokal. (Fais)

Responsive Images

You cannot copy content of this page