
Sragen, kabarterdepan.com – Sejumlah Kepala lembaga Taman Kanak – kanak (TK) di Sambungmacan, Sragen blak – blakan akui ada permintaan 10 persen Bantuan Provinsi Jawa Tengah (Banprov) Sarpras 2024.
Mereka mengakui, sempat memberikan permintaan potongan dana bantuan sebesar Rp 2 juta kepada oknum HR pasca pencairan dana bantuan, 30 September 2024 lalu
Lantaran sudah mencuat di publik, nominal 10 persen potongan dana bantuan yang semula sempat diserahkan dan diterima oleh oknum HR dikembalikan lagi kepada 5 lembaga TK penerima manfaat.
Hal itu, bersama – sama dibenarkan oleh ke-4 kepala/pengurus lembaga TK penerima bantuan di Kecamatan Sambungmacan saat dikonfirmasi kabarterdepan.com, Senin (28/10/2024) siang.
Dikesempatan tersebut, salah satu Kepala TK yang meminta tidak disebutkan namanya, mengungkapkan, pemberitahuan pencairan diterima oleh masing masing lembaga pada tanggal 26-27 September 2024 setelah itu, tanggal 30 dibulan yang sama mereka melakukan pengambilan uang bantuan sebesar Rp 20 juta di Bank Jateng.
“Setelah dicairkan, kita menyerahkan permintaan uang sebesar 10 persen / Rp 2 juta kepada ibu HR,” tuturnya.
Namun, setelah informasi tersebut menyebar di publik, oknum HR langsung mengembalikan uang pemotongan dana tersebut kepada lembaga TK penerima.
“Tanggal 4 September 2024, ibu HR mengembalikan uang 2 juta, ia berpesan agar uang tersebut disimpan (saved) dahulu jika sewaktu-waktu kalau diperlukan,” ungkap kepala TK lainnya.
Dikatakan, setelah menerima pengembalian uang potongan oleh HR, beberapa kepala TK akhirnya memutuskan menggunakan anggaran itu untuk mencukupi belanja kebutuhan barang sesuai dengan RAB yang telah ditentukan dalam juklak dan juknis hibah sarpras 2024.
“Uang pengembalian HR kita gunakan untuk belanja sesuai dengan peruntukan bantuan,” ungkap kepala TK.
Senada diungkapkan kepala lembaga TK/PAUD diluar kecamatan Sambungmacan yang saat itu sama-sama menerima bantuan hibah sarpras Banprov 2024.
Dirinya mengaku, sempat memberikan uang Rp 2 juta kepada HR melalui tranfer ke rekening pribadi HR, namun uang tersebut sudah dikembalikan HR bersamaan dengan 4 lembaga lainnya di Kecamatan Sambungmacan.
“Dana potongan yang kita berikan sudah dikembalikan oleh HR melaui tranfer,” ungkapnya.
Diketahui, bantuan hibah sarpras dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tahun 2024 menyasar 17 lembaga TK dan PAUD di Kecamatan Sambungmacan.
Dari 17 lembaga yang diajukan 12 diantaranya sudah dicairkan dibulan Juli 2024, Sementara 5 lembaga dicairkan pada akhir bulan September 2024.
Masing-masing lembaga tersebut medapatkan bantuan sebesar Rp.20 juta, oknum HR disebut-sebut meminta potongan 10 persen langsung kepada lembaga TK/PAUD yang menerima bantuan diwilayah Kecamatan Sambungmacan.
Oknum HR diketahui merupakan salah satu kepala Lembaga PAUD dan juga menjadi penasehat Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Kecamatan Sambungmacan.
Berikut nama-nama lembaga TK/PAUD yang sempat dimintai potongan 10 persen oleh okmum HR diantaranya, TK Pertiwi 4 Sambungmacan, TK Pertiwi 4 Banaran, TK Pertiwi 4 Gringging, TK Pertiwi 1 Banyurip dan KB Raihan.(Masrikin)
