
Life Style, Kabarterdepan.com – Setiap Idul Adha, umat Muslim dianugerahi kesempatan untuk menyembelih hewan qurban dan membagikan dagingnya kepada sesama.
Namun, sering kali stok daging yang melimpah membuat kita bingung bagaimana cara menyimpannya agar tetap awet dan tidak cepat basi. Jika tidak ditangani dengan benar, daging bisa rusak dalam hitungan jam, terutama di suhu tropis.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut cara menyimpan dan mengolah daging qurban agar tetap segar, awet, dan aman dikonsumsi dalam jangka waktu yang lebih panjang.
1. Hindari Mencuci Daging Segera Setelah Diterima
Menurut pakar pangan, mencuci daging sebelum disimpan dapat membuat kualitasnya menurun karena air dapat mempercepat proses pembusukan dan mendorong pertumbuhan bakteri jika tidak segera dimasak.
Dilansir dari Kementerian Kesehatan RI (2021) dan Food Safety Guidelines, tipsnya yaitu segera simpan daging dalam keadaan mentah dan kering. Jika ingin mencucinya, lakukan hanya saat akan dimasak.
2. Bagi Daging Sesuai Porsi Masak
Daging qurban sebaiknya tidak langsung disimpan dalam jumlah besar. Bagi daging menjadi beberapa bagian kecil sesuai porsi memasak (misalnya 250–500 gram), lalu simpan dalam plastik ziplock atau wadah tertutup.
Manfaatnya untuk memudahkan saat hendak memasak dan menghindari sering keluar masuk freezer yang dapat merusak tekstur.
3. Gunakan Wadah dan Kantong yang Aman Pangan
Gunakan kantong plastik food grade atau wadah kedap udara. Hindari plastik kresek hitam karena dapat mengandung zat pewarna dan logam berat berbahaya.
Dilansir dari WHO Food Safety Factsheet, tips tambahan yaitu gunakan label tanggal simpan untuk memantau masa simpan. Simpan dalam freezer bersuhu -18°C untuk penyimpanan jangka panjang.
4. Prioritaskan Daging Organ Dalam untuk Segera Dimasak
Bagian jeroan seperti hati, paru, dan usus memiliki tingkat keawetan yang lebih rendah dibandingkan daging. Organ dalam sebaiknya segera dimasak dalam waktu 4–6 jam setelah penerimaan, atau disimpan maksimal 1 hari di kulkas bawah.
Tipsnya adalah masak jeroan dengan bumbu rempah yang kuat seperti semur, rica-rica, atau bumbu balado untuk membantu mengurangi bau.
5. Metode Penyimpanan Daging yang Benar
Untuk menjaga kualitas daging qurban, suhu penyimpanan sangat penting diperhatikan. Jika disimpan di dalam kulkas bagian bawah (sekitar 4°C), daging merah segar umumnya hanya bisa bertahan selama 1 hingga 2 hari. Sedangkan daging yang telah dimasak bisa bertahan sedikit lebih lama, yaitu sekitar 3 hingga 4 hari.
Namun, jika ingin menyimpannya untuk waktu yang lebih lama, gunakan freezer bersuhu -18°C. Dalam kondisi ini, daging merah segar dapat bertahan antara 6 hingga 12 bulan, tergantung pada jenis dan cara pengemasannya. Daging matang, meski bisa dibekukan, sebaiknya digunakan dalam waktu 2 hingga 3 bulan agar rasa dan teksturnya tidak banyak berubah.
Berbeda halnya dengan jeroan seperti hati, paru, dan usus, yang sangat mudah rusak. Di dalam kulkas biasa, jeroan sebaiknya segera dimasak dan tidak disimpan lebih dari 1 hari. Bila ingin membekukannya, jeroan dapat disimpan di dalam freezer selama maksimal 2 hingga 3 bulan, namun pastikan dibersihkan dan dikemas dengan baik.
Hindari membekukan ulang daging yang telah dicairkan, karena proses ini dapat merusak serat daging dan mempercepat pertumbuhan bakteri.
6. Tips Mengolah Daging agar Tidak Alot dan Aman Dikonsumsi
A. Lumuri dengan Nanas, Pepaya, atau Jeruk Nipis
Buah-buahan ini mengandung enzim pemecah protein yang bisa membuat daging lebih empuk. Tapi jangan terlalu lama, cukup 10–15 menit sebelum dimasak.
B. Rebus Daging Dua Kali (Teknik 2x Blansir)
Rebus daging selama 5 menit, buang airnya, lalu rebus ulang dengan bumbu. Ini membantu membuang kotoran dan mengurangi bau prengus.
C. Gunakan Teknik Marinasi
Rendam daging dalam bumbu semalaman untuk hasil lebih meresap dan tekstur lebih lembut. (Riris*)
