
Yogyakarta, kabarterdepan.com – Cuaca ekstrem yang melanda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (16/2/2026) mengakibatkan berbagai kerusakan, mulai dari pohon tumbang, fasilitas umum rusak, hingga tanah longsor di sejumlah wilayah.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Agustinus Rurih Haryanta, menyampaikan bahwa wilayah paling banyak terdampak berada di Kabupaten Sleman.
“Wilayah paling banyak terdampak ada di Kabupaten Sleman,” ujarnya, Selasa (17/2/2026).
Sleman: 25 Lokasi Terdampak
Di Kabupaten Sleman, cuaca ekstrem dan tanah longsor terjadi di 25 lokasi yang tersebar di tujuh kapanewon, yakni Sleman, Depok, Ngemplak, Ngaglik, Pakem, Prambanan, dan Gamping.
Kerusakan yang tercatat meliputi delapan unit rumah, dua fasilitas pemerintah, satu pondok pesantren, satu kandang ternak, serta dua titik akses jalan.
Selain itu, terdapat gangguan pada satu titik jaringan listrik, satu titik jaringan internet, satu papan reklame, satu papan petunjuk, serta 12 titik pohon tumbang.

Kulonprogo: 19 Titik Terdampak
Di Kabupaten Kulonprogo, cuaca ekstrem dan longsor melanda 19 titik. Peristiwa tersebut tersebar di Kapanewon Kokap, Nanggulan, Pengasih, Girimulyo, Samigaluh, Kalibawang, Panjatan, dan Sentolo.
Dampak yang ditimbulkan antara lain satu titik pohon tumbang, delapan unit rumah rusak, satu titik jaringan listrik, 11 titik akses jalan terdampak, satu titik jaringan internet, serta satu titik irigasi.
Kota Yogyakarta: 7 Lokasi, 4 Korban Luka
Di Kota Yogyakarta, cuaca ekstrem berdampak di tujuh lokasi yang tersebar di empat kemantren, yakni Ngampilan, Kraton, Gondokusuman, dan Mergangsan.
Kerusakan meliputi empat unit rumah, Kantor Kelurahan Wirogunan, satu unit mobil, satu titik rumpun bambu, serta satu titik aliran sungai. Tercatat empat orang mengalami luka-luka dan 16 jiwa terpaksa mengungsi.
Gunungkidul: Kerugian Capai Rp21 Juta
Di Kabupaten Gunungkidul, cuaca ekstrem menyebabkan kerusakan di enam kapanewon, yakni Wonosari, Karangmojo, Tepus, Patuk, Ponjong, dan Panggang.
Dampak yang ditimbulkan meliputi tiga titik pohon tumbang, delapan unit rumah rusak, dua rumah terancam, satu jembatan, dua titik jaringan listrik, dua talud ambrol, satu kamar mandi, satu kandang, dua titik jaringan internet, empat titik akses jalan, serta dua titik aliran sungai.
Dari data yang dihimpun, total kerugian di wilayah ini mencapai sekitar Rp21 juta.
Bantul: Satu Lokasi Terdampak
Sementara itu, di Kabupaten Bantul, kejadian hanya tercatat di satu lokasi, yakni fasilitas pemerintah di Bandiklat Gunung Sempu, Kapanewon Kasihan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menambahkan bahwa di Sleman sejumlah fasilitas perkantoran dan rumah warga turut terdampak.
Beberapa kejadian di antaranya pohon tumbang di halaman Setda Sleman, kerusakan dapur warga di Tridadi, pohon tumbang menimpa jaringan internet di Maguwoharjo, serta pohon tumbang yang menimpa sebuah vila. Sementara itu, longsor terjadi di Kapanewon Gamping dan Prambanan.
Pihak BPBD telah melakukan asesmen dan koordinasi dengan instansi terkait. “Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa cuaca ekstrem ini,” pungkasnya. (Hadid Husaini)
