
Cianjur, Kabar Terdepan.com – Cuaca ekstrem di Kabupaten Cianjur kembali menimbulkan dampak serius. Angin kencang yang melanda sejumlah wilayah sejak Sabtu pagi (24/1/2026) menyebabkan pohon tumbang dan tiang listrik roboh, sehingga mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas di beberapa titik.
4 Warga Cianjur Dilarikan ke RSUD Sayang Akibat Keracunan Jamur Liar
Peristiwa pertama terjadi di Warungdanas, Desa Mande, Kecamatan Mande, sekitar pukul 11.00 WIB. Sebuah pohon berukuran besar tiba-tiba tumbang setelah diterjang hembusan angin kencang yang datang secara mendadak. Kejadian tersebut terekam dalam sebuah video amatir dan viral di media sosial, serta dibenarkan oleh warga setempat.
Menurut keterangan warga, Suwandi, kondisi cuaca di wilayah tersebut berubah drastis hanya beberapa menit sebelum kejadian. Langit yang semula cerah mendadak gelap, disertai angin kencang yang menyapu permukiman dan jalan desa.
“Awalnya angin biasa, tapi tidak lama kemudian tiba-tiba kencang sekali. Terdengar suara keras seperti ledakan saat pohon patah dan tumbang,” ujarnya saat berada di sekitar lokasi kejadian.
Pohon tumbang tersebut sempat menutup akses jalan desa dan mengenai kabel listrik, sehingga membuat warga khawatir akan potensi bahaya lanjutan. Beruntung, saat kejadian berlangsung, kondisi jalan relatif sepi sehingga tidak ada korban jiwa maupun luka-luka.
Warga sekitar dengan sigap menjauh dari lokasi untuk menghindari risiko tertimpa reruntuhan pohon maupun sengatan listrik. Beberapa warga juga berupaya memberi peringatan kepada pengguna jalan agar tidak melintas sebelum kondisi benar-benar aman.
Tak berselang lama, kejadian serupa juga terjadi di wilayah lain. Sekitar pukul 11.30 WIB, sebuah tiang listrik roboh di Desa Wangunjaya, Kecamatan Warungkondang akibat terpaan angin kencang yang terus berlanjut.
Tiang Listrik di Cianjur Roboh, Ganggu Jaringan
Robohnya tiang listrik tersebut menyebabkan gangguan jaringan listrik di sekitar lokasi. Sejumlah warga mengaku aliran listrik sempat padam, meski belum diketahui secara pasti berapa lama gangguan berlangsung.
“Anginnya memang kencang sekali dari pagi. Pas siang hari terdengar suara keras, ternyata tiang listrik sudah roboh,” kata warga Desa Wangunjaya tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait kerugian material akibat cuaca ekstrem tersebut. Namun, warga berharap pihak terkait segera melakukan penanganan, terutama pemotongan pohon rawan tumbang dan perbaikan infrastruktur listrik yang terdampak.
Cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan lebat dalam beberapa hari terakhir memang kerap melanda wilayah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cianjur. Kondisi ini meningkatkan risiko bencana seperti pohon tumbang, tiang listrik roboh, hingga longsor, khususnya di daerah dengan vegetasi lebat dan kontur tanah yang labil.
Warga lain, Suratman menghimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar rumah. Pria yang juga tokoh masyarakat itu juga diminta segera melaporkan kepada aparat desa atau instansi terkait apabila menemukan pohon rawan tumbang atau kondisi infrastruktur yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Sebagai langkah antisipasi, warga di sejumlah desa terdampak mulai melakukan pemantauan mandiri terhadap kondisi lingkungan sekitar. Beberapa warga mengaku khawatir angin kencang masih berpotensi terjadi hingga sore atau malam hari, mengingat cuaca masih terlihat tidak stabil. Awan gelap dan hembusan angin sesekali masih terasa cukup kuat di beberapa titik.
Kondisi ini membuat warga memilih membatasi aktivitas di luar rumah, terutama bagi pengendara sepeda motor dan pejalan kaki yang melintas di jalur rawan pohon tumbang. Orang tua juga diminta lebih waspada terhadap anak-anak agar tidak bermain di sekitar pepohonan besar atau jaringan listrik yang terdampak.
“Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat segera melakukan pendataan serta penanganan cepat di lokasi kejadian. Penanganan tersebut meliputi evakuasi pohon tumbang, perbaikan tiang listrik, serta normalisasi jalur lalu lintas yang sempat terganggu,”tukasnya.
Selain itu, juga mengimbau agar ke depan dilakukan pemangkasan rutin terhadap pohon-pohon besar di pinggir jalan dan kawasan permukiman. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa terulang kembali, terutama saat musim hujan disertai angin kencang.
Dengan cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, masyarakat Kabupaten Cianjur diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan. Kerja sama antara warga, aparat desa, dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam meminimalkan dampak bencana akibat cuaca ekstrem yang kian sulit diprediksi.
Pihak berwenang diharapkan segera melakukan langkah antisipasi guna meminimalkan dampak lanjutan dari cuaca ekstrem di Kabupaten Cianjur, demi menjaga keselamatan dan kenyamanan masyarakat.(Hasan)
