Coaching Manajemen Kepegawaian, Wali Kota Mojokerto Larang ASN Persulit Layanan

Avatar of Lintang
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam kegiatan Coaching Manajemen Kepegawaian yang bertajuk “Ning Ita Sinar ASN” (Sesi Inspirasi dan Arahan ASN BerAKHLAK). (Kominfo Kota Mojokerto)
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam kegiatan Coaching Manajemen Kepegawaian yang bertajuk “Ning Ita Sinar ASN” (Sesi Inspirasi dan Arahan ASN BerAKHLAK). (Kominfo Kota Mojokerto)

Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari kembali mempertegas visi utamanya untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto.

Beliau menegaskan bahwa nilai dasar BerAKHLAK harus menjadi “ruh dan nafas” bagi setiap individu ASN, terutama dalam menjalankan tugas pelayanan publik.

Penegasan penting ini disampaikan oleh perempuan yang akrab disapa Ning Ita tersebut dalam kegiatan Coaching Manajemen Kepegawaian yang bertajuk “Ning Ita Sinar ASN” (Sesi Inspirasi dan Arahan ASN BerAKHLAK).

Acara Coaching Manajemen Kepegawaian tersebut digelar di Kantor Kelurahan Jagalan pada Senin (10/11), dihadiri oleh sejumlah perangkat daerah terkait.

Coaching Manajemen Kepegawaian Soroti ASN Hilangkan Anekdot “Mempersulit”, Fokus Pelayanan

Dalam arahannya, Ning Ita secara spesifik menyoroti pentingnya prinsip Berorientasi Pelayanan, yang merupakan inti dari nilai dasar BerAKHLAK.

BerAKHLAK merupakan nilai-nilai dasar yang harus dimiliki oleh ASN yang merupakan akronim dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif.

Beliau mengkritik budaya lama dalam birokrasi yang sering kali menghambat efisiensi pelayanan masyarakat. Beliau juga meminta ASN di bawah kepemimpinannya untuk meninggalkan mentalitas yang justru mempersulit urusan warga.

“Kita hilangkan anekdot kalau bisa dipersulit kenapa dipermudah. Ini bertentangan dengan berorientasi pada pelayanan. Saya berharap itu ditinggalkan, sudah seharusnya tidak lagi. Justru harus berorientasi pada pelayanan, kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit,” tegas Ning Ita.

Ia juga mengingatkan pentingnya nilai Akuntabel. ASN harus mampu mempertanggungjawabkan tindakan, keputusan, dan anggaran yang dikelola.

“Agar bisa akuntabel harus faham betul regulasi yang terbaru dan menjadi acuan dalam melaksanakan program kegiatan,” tuturnya.

Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari dalam kegiatan Coaching Manajemen Kepegawaian yang bertajuk “Ning Ita Sinar ASN” (Sesi Inspirasi dan Arahan ASN BerAKHLAK). (Kominfo Kota Mojokerto)

Selain akuntabel, ASN juga harus Kompeten, dengan terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri. Ning Ita turut menyoroti pentingnya menjaga Harmonis di lingkungan kerja.

“Bagaimana kita bisa bekerja dengan baik kalau lingkungan kerja tidak harmonis,” ucapnya.

Soal Loyalitas, Ning Ita menegaskan ASN wajib loyal kepada bangsa dan negara, pemerintahan, dan pemimpin yang sah.

“ASN wajib loyal menyukseskan semua program. Harkat martabat pemimpin, pemerintahan, bangsa, dan negara adalah wujud loyalitas,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya sikap Adaptif di tengah perubahan zaman.

“Regulasi itu dinamis. Penting memahami amanat regulasi yang berlaku agar tidak bersinggungan dengan masalah hukum. ASN juga harus bisa mengikuti perkembangan zaman dimana sistem tata kelola pemerintahan hari ini semua harus mengadopsi digitalisasi,” jelasnya.

Terakhir, Ning Ita meminta ASN untuk bersikap Kolaboratif.

“Kita harus bekerja sama. Tidak bisa bekerja sendiri, akan sulit mencapai target. Akan lebih mudah kalau bisa berkolaborasi lintas sektor, baik antar OPD atau mitra di luar pemerintah. Hilangkan ego sektoral,” tegasnya.

Menurut Ning Ita, jika ASN mampu memahami dan menerapkan nilai-nilai BerAKHLAK, maka reformasi birokrasi di Kota Mojokerto akan lebih mudah diwujudkan.

“Kalau ASN sudah faham, akan sangat mudah mewujudkan reformasi birokrasi yang baik di Kota Mojokerto,” tutupnya. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page