
Makkah, kabarterdepan.com – Di tengah padatnya rangkaian ibadah haji yang menuntut kesiapan fisik dan kejernihan spiritual, sosok Ustaz Safrijon hadir sebagai pembimbing yang tak kenal lelah. Sebagai pembimbing ibadah Kloter 13 Embarkasi Padang (PDG), ia menunjukkan dedikasi luar biasa dalam membimbing 416 jamaah dan 7 petugas kloter menuju kesempurnaan ibadah.
Sejak awal keberangkatan, Ustaz Safrijon telah berkomitmen untuk mendampingi setiap jamaah dengan sabar dan penuh kasih. Bimbingan tidak hanya diberikan dalam sesi resmi, tetapi juga setiap saat ada kesempatan. Tausiah subuh, pengarahan menjelang Dzuhur, hingga sesi tanya jawab dan konsultasi ibadah di mushola hotel tempat jamaah menginap menjadi rutinitas yang terus dijalankan.
“Haji bukan sekadar menjalankan rukun, tapi perjalanan ruhani yang harus dipahami dan dihayati. Saya ingin jamaah pulang membawa makna, bukan hanya gelar,” ungkap Ustadz Safrijon usai memberikan tausiah, beberapa waktu yang lalu.
Kehadirannya di tengah-tengah jamaah menjadi sumber ketenangan. Banyak di antara jamaah yang awalnya merasa bingung atau ragu dalam melaksanakan tahapan-tahapan ibadah, kini justru lebih mantap dan tenang berkat bimbingan langsung dari beliau.
Sobeng Suradal, Petugas Haji Daerah (PHD) Kloter 13 PDG yang turut bertugas di lokasi, memberikan kesaksian langsung atas peran penting Ustadz Safrijon.
“Saya merasa sangat beruntung bisa satu kloter bertugas bersama Ustadz Safrijon. Beliau sangat humble dan berpengalaman dalam memberikan bimbingan ibadah haji. Tidak mengenal lelah, beliau selalu sabar memberikan bimbingan dan solusi kepada jamaah yang merasa ragu atau kurang paham dengan rangkaian ibadah,” ujar Sobeng, Selasa (10/6/2025).
Lebih lanjut, Sobeng juga menuturkan, bahkan ketika kondisi kesehatan Ustaz Safrijon sempat terganggu, ia tetap hadir di tengah-tengah jamaah.
“Beliau tetap hadir, tetap membimbing, tetap memastikan semua jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan sempurna. Ini ketulusan yang sulit dicari padanannya,” tambahnya.
Peran Ustaz Safrijon menjadi contoh bahwa pembimbing ibadah bukan sekadar peran struktural, tetapi pengabdian penuh jiwa. Ia hadir sebagai penuntun, penguat, dan sahabat ruhani bagi jamaah dalam menempuh perjalanan suci menuju mabrur dan mabruroh yang hakiki. (FajarPR)
