
Kota Mojokerto, Kabarterdepan.com – Dua pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto adu gagasan dalam debat publik perdana Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Mojokerto di Ayola Hotel, Magersari, Kota Mojokerto, Jumat (25/10/2024).
Dalam debat bertemakan “Menyelesaikan Persoalan Daerah, Memperkokoh NKRI dan Kebangsaan” tersebut, paslon nomor urut 1 mendapatkan pertanyaan dari panelis mengenai langkah strategis terkait digitalisasi layanan publik dengan konsep smart city.
Cawali nomor urut 1, Gus Juned menjawab pihaknya berencana membuat fitur atau aplikasi yang di dalamnya ada banyak layanan publik yang dapat diakses masyarakat seperti misalnya pelayanan kesehatan yang dapat memanggil petugas medis ke rumah lewat satu tombol.
“Kami mencoba membuat sistem, satu data digital di dalamnya banyak fitur artinya satu aplikasi besar di dalamnya dalam fitur publik sehingga tidak membingungkan masyarakat,” paparnya.
Gus Juned melanjutkan jika dalam satu aplikasi besar tersebut dapat mempertemukan antara penjual dan pembeli yang sedang mencari barang seperti model marketplace karena dimungkinkan akan terkoneksi dengan produk buatan kota sendiri sehingga dapat meningkatkan perekonomian kerakyatan hanya dalam satu genggaman aplikasi.
“Kami akan pertemukan antara penjual dan pembeli sehingga kami akan inventarisasi semua pelaku usaha, jasa perdagangan, yang mana memang UMKM mikro ini mayoritas warga Kota Mojokerto masuk satu aplikasi dan masyarakat yang ingin mencari barang akan terkoneksi dalam satu tombol,” tambahnya.
Selain itu, Gus Juned juga berencana membuat program mobil dinas keliling untuk melayani birokrasi pelayanan Kota Mojokerto.
Cawali nomor urut 2, Ning Ita memberikan tanggapannya mengenai komponen Smart City yang terdiri dari smart ekonomi, smart living, smart transportasi, smart environment dan pihaknya sudah melaksanakan program pelayanan publik yang inovatif dan terintegrasi di masa jabatannya yang sebelumnya.
“Bisa dilihat dari capaian kinerja Ning Ita dijilid yang pertama, Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Ekonomi (SPBE) sudah kategori sangat tinggi, itu menunjukkan pelayanan publik yang smart sudah kami bangun,” ujarnya.
Ning Ita juga menjelaskan bahwa dari program kerjanya yang sebelumnya, ia telah mewujudkan semua komponen dari Smart City seperti membentuk Pusat Layanan Usaha Terpadu.
“Kami juga memiliki Pusat Layanan Usaha Terpadu atau PLUT yang di dalamnya memiliki sarana dan prasarana inkubasi berbagai macam ada inkubasi kriya, inkubasi koperasi, inkubasi digital marketing, ini adalah bagian yang sudah kami wujudnya dalam membentuk ekosistem Smart economy,” imbuhnya.
Diketahui, Paslon nomor urut 1, Junaedi Malik – Chusnun Amin diusung oleh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sementara paslon nomor urut 2, Ika Puspitasari – Rachman Sidharta Arisandi diusung oleh Partai Nasdem, PAN, Golkar, Gerindra, PPP, PKS, Demokrat, dan PDIP. (Riris*)
