
Bekasi, Kabarterdepan.com – Cabe rawit (Capsicum frutescens) adalah komoditas pertanian yang sangat vital dalam budaya kuliner Indonesia. Permintaan pasar yang stabil membuat budidaya tanaman ini menjadi pilihan menarik, baik skala rumahan (di pot) maupun skala besar.
Namun, menghasilkan panen yang melimpah dibutuhkan lebih dari sekadar menanam, dibutuhkan sebuah cara merawat cabe rawit agar berbuah lebat serta ketelitian dan konsistensi.
Berikut Cara Merawat Cabe Rawit
Persiapan Awal (Dasar Penanaman)
Kesuksesan berawal dari lingkungan tumbuh yang ideal.
A. Syarat Tumbuh Ideal
Tanaman cabe rawit menyukai iklim tropis. Pastikan lokasi penanaman mendapatkan sinar matahari penuh, minimal 6-8 jam sehari. Suhu ideal untuk pertumbuhannya berkisar antara 25 derajat hingga 31 derajat.
B. Media Tanam dan pH Tanah
Media tanam harus gembur dan kaya bahan organik. Campuran umum yang baik adalah tanah, pupuk kandang/kompos, dan sekam (perbandingan 1:1:1). Untuk memastikan nutrisi terserap optimal, perhatikan pH tanah. Tingkat keasaman yang ideal adalah 6 hingga 7. Jika pH terlalu rendah (asam), Anda dapat menetralkannya dengan memberikan kapur pertanian (dolomit) beberapa minggu sebelum penanaman.
Perawatan Rutin (Kunci Keberhasilan)
Setelah bibit ditanam, fokus beralih pada rutinitas harian yang menunjang pertumbuhan:
A. Teknik Penyiraman yang Tepat
Salah satu kunci penting dalam cara merawat cabe rawit adalah penyiraman. Lakukan penyiraman secara teratur, terutama di musim kemarau dan saat tanaman masih muda. Waktu terbaik adalah pagi dan sore hari. Hindari penyiraman berlebihan yang membuat media terlalu becek, karena kondisi ini memicu penyakit jamur.
Sebagai tambahan nutrisi, banyak petani menggunakan air cucian beras untuk penyiraman pagi hari, karena dipercaya kaya akan vitamin B kompleks.
B. Pemupukan Berkala
Pemupukan harus disesuaikan dengan fase pertumbuhan:
| Fase Tanaman | Tujuan Utama | Jenis Pupuk yang Disarankan | Frekuensi |
| Vegetatif (1-2 Bulan Awal) | Pembentukan akar, batang, dan daun. | Kaya Nitrogen (N), contoh: Pupuk kandang/kompos, Urea, NPK seimbang. | 1-2 minggu sekali |
| Generatif (Berbunga/Berbuah) | Merangsang bunga dan buah. | Kaya Fosfor (P) dan Kalium (K), contoh: NPK 16:16:16, Gandasil B. | 2-4 minggu sekali |
C. Pengendalian Gulma dan Penggunaan Mulsa
Gulma berkompetisi dengan cabe rawit dalam menyerap nutrisi dan air. Cabut gulma secara rutin. Untuk perawatan cabe rawit skala besar, penggunaan mulsa plastik sangat dianjurkan. Mulsa tidak hanya menekan pertumbuhan gulma, tetapi juga membantu menjaga kelembapan dan suhu tanah tetap stabil.
Perawatan Khusus (Meningkatkan Produktivitas)
Untuk memaksimalkan hasil panen, ada beberapa langkah teknis yang perlu dilakukan:
A. Pemangkasan (Pruning)
Pemangkasan sangat penting dalam cara merawat cabe rawit agar buahnya lebat. Dengan memotong pucuk atau tunas air, Anda mendorong tanaman untuk membentuk percabangan baru. Hal ini meningkatkan jumlah tempat tumbuhnya bunga (cabang), memperbaiki sirkulasi udara, dan mengalihkan energi tanaman dari pertumbuhan vegetatif ke pertumbuhan generatif.
B. Penyiangan dan Pembubunan
Saat tanaman semakin tinggi, lakukan pembubunan (penumpukan tanah di pangkal batang). Pembubunan membantu memperkuat perakaran, mencegah rebah, dan menyediakan media baru untuk penyerapan nutrisi.
Mengatasi Hama dan Penyakit
Tantangan terbesar dalam budidaya cabe adalah serangan organisme pengganggu tanaman (OPT).
A. Hama Umum
Hama utama adalah Kutu Kebul dan Tungau yang menyebabkan daun menjadi keriting dan mengerut—salah satu masalah terbesar dalam budidaya cabe rawit. Hama lain termasuk Aphids dan Ulat.
B. Penyakit Umum
Penyakit seperti Layu Fusarium dan Layu Bakteri menyebabkan tanaman layu mendadak. Penyakit jamur sering muncul akibat kelembapan tinggi.
C. Solusi Pengendalian
Prioritaskan pencegahan dengan menjaga kebersihan kebun dan sirkulasi udara. Untuk penanganan, aplikasikan insektisida/pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan. Jika serangan sudah parah, isolasi atau buang tanaman yang terinfeksi untuk mencegah penyebaran.
Untuk kasus daun keriting, suhu ideal dan penggunaan insektisida yang tepat sangat diperlukan untuk mengendalikan vektor (pembawa) virus.
Kualitas panen cabe rawit Anda berbanding lurus dengan konsistensi cara merawat cabe rawit yang Anda terapkan. Dengan memperhatikan kebutuhan nutrisi, kelembapan, pencahayaan, serta proaktif dalam pengendalian hama, Anda akan melihat tanaman Anda tumbuh subur.
Waktu panen tiba ketika buah sudah berwarna hijau pekat atau merah cerah. Konsistensi dan ketelitian dalam cara merawat cabe rawit adalah kunci utama menghasilkan panen yang berkualitas dan melimpah.
