Bupati Sidoarjo Peringati HAN 2025 di Kampung Lali Gadget, Tanamkan Nilai Budaya dan Literasi Digital

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250729 070115
Bupati Sidoarjo saat memberikan sambutan. (Redaksi/kabarterdepan.com)

Sidoarjo, kabarterdepan.com- Bupati Sidoarjo H Subandi memperingati Hari Anak Nasional (HAN) 2025 di Kampung Lali Gadget (KLG) Desa Pagerngumbuk, Kecamatan Wonoayu, Senin (28/7/2025).

Kehadiran orang nomor satu di lingkup Pemkab Sidoarjo di Kampung Lali Gadget disambut meriah. Bupati Sidoarjo diarak menaiki “odong-odong”. Ada ratusan anak dari PAUD hingga SMA. Forum Anak Sidoarjo juga dilibatkan dalam HAN 2025 yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (P3AKB) Sidoarjo.

Turut hadir Ketua TP PKK Sidoarjo, dr. Sriatun Subandi. Keduanya juga ikut mencoba permainan tradisional.

“Ini mengingatkan kita waktu kecil,” ucap Bupati Subandi.

Sejumlah kepala dinas juga ikut meramaikan HAN. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan juga ikut menyediakan perpustakaan keliling. Anak-anak bebas membaca buku kesukaan.

“Masa depan kita tergantung anak kita. Anak yang hebat masa depan untuk Indonesia Emas 2045,” pesan Abah Bandi, sapaan karyanya.

Menurut Abah Bandi, saat ini internet bisa membuka peluang positif, tapi juga membawa risiko serius seperti hoaks, cyberbullying, dan eksploitasi digital. Karena itu, pentingnya membekali anak-anak dengan kecakapan digital, etika, dan tanggung jawab saat menggunakan teknologi.

Bupati Sidoarjo berharap, peringatan HAN 2025 tidak sekadar menjadi seremoni, tetapi menjadi momen refleksi untuk mengukur sejauh mana hak-hak anak sudah dipenuhi. Sekian itu diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung mereka tumbuh sehat dan bahagia.

Bupati juga menyampaikan pesan kepada seluruh anak-anak agar bijak dalam menggunakan teknologi untuk belajar dan berkarya. Sehingga, bisa menjadi genrasi santun, cerdas, dan berkarakter.

Pesan mendalam juga diungkapkan Ketua TP PKK Sidoarjo dr. Sriatun. Dalam momentum Hari Anak Nasional dia berpesan kepada orang tua untuk menjaga tumbuh kembang anak supaya sehat, kuat dan cerdas.

“Anak harus sehat, kuat dan cerdas, semoga anak Sidoarjo semua jadi anak yang sholeh , dan sholeha, cerdas dan berakhlakul karimah,” pesan Bunda PAUD Sidoarjo itu.

Bupati Subandi bersama sejumlah kepala dinas dan Sekretaris Daerah Fenny Apridawati juga merasakan permainan tradisional yang mencerminkan kebersamaan dan kekompakan.

Permainan ini dipandu langsung dari tim Kampung Lali Gadget. Subandi bersama istri dr. Sriatun terlihat sangat gembira. Gelak tawa dan keceriaan terpancar dari wajah mereka dan anak-anak hebat Sidoarjo.

Ia meminta keceriaan anak melalui permainan tradisional ini jangan sampai hilang digantikan oleh gadget dan permainan game online yang dapat menghambat perkembangan anak.

“Sayangnya kekerasan anak, pernikahan dini masih kerap terjadi. Termasuk juga dampak negatif game online dan judi online. Ini merupakan tantangan besar yang harus kita brantas. Kami meminta Kerjasama semua pemangku kepentingan dan elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga anak kita menjadi anak yang cerdas dan berprestasi,” ungkapnya.

Menurut mantan Kepala Desa Pabean itu peringatan Hari Anak Nasional bukan hanya sekedar acara seremonial belaka. Namun ini momen penting sebagai refleksi untuk memfasilitasi kebutuhan anak dalam lingkungan yang sehat dan aman untuk mendukung masa depan mereka.

Ia menyampaikan bahwa anak-anak Sidoarjo diharapkan menggunakan teknologi yang ada saat ini dengan positif. Untuk belajar, berkarya dan berinovasi. Berkarakter baik di dunia maya maupun di dunia nyata.

Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk meningkatkan literasi digital di sekolah dan masyarakat. Untuk memperkuat peran keluarga dan pendampingan anak.

“Kami akan menciptakan ekosistem digital yang ramah anak. Anak-anakku, kalian adalah penerus masa depan Sidoarjo, Gunakan teknologi untuk hal yang positif,” imbuhnya.

Screenshot 20250729 100030
Bupati Sidoarjo, H Subandi mencoba permainan tradisional.

Bupati Subandi Apresiasi Kampung Lali Gadget. Menurutnya, kampung Lali Gadget yang ada di Desa Pagerngumbuk merupakan tempat yang luar biasa untuk menjaga kearifan lokal melalui berbagai permainan tradisional.

Dia menyampaikan bahwa Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus mensupport Kampung Lali Gadget sebagai tempat wisata edukasi.

“Tadi saya tanya, ternyata tanah ini masih dimiliki orang banyak. Nah, kedepan jika tanah (KLG) bisa dikelola pemerintah, dibeli oleh pemerintah untuk digunakan untuk wisata,” ujarnya.

Selain sebagai tempat edukasi, wisata Kampung Lali Gadget juga bisa meningkatkan perekonomian masyarakat desa. UMKM yang di Pagerngumbuk juga bisa berkembang.

“Untuk bunda-bunda PAUD jadikan tempat ini sebagai edukasi wisata permainan. Kita bisa membantu. Nanti kita akan ajak Bank Delta Artha dan Bank Jatim untuk bersama-sama memberikan bantuan tempat bermain untuk anak,” pintanya.

Sementara Achmad Irfandi, Pendiri Kampung Lali Gadget mengatakan apa yang diharapkan Bupati Subandi dalam mengembangkan KLG merupakan suatu hal yang positif.

Menurut Irfandi lahan yang digunakan di Kampung Lali Gadget masih dimiliki sekitar tujuh orang. Sehingga sewa maupun pengembangan membutuhkan koordinasi banyak pihak.

“Nah ketika lahan KLG ini dibeli oleh pemkab, jadi lebih mudah bagi kami untuk mengelola. Lebih terarah dan lebih mudah. Jadi tidak perlu ijin satu persatu lagi kepada pemilik lahan,” katanya.

Untuk masuk dan bermain di Kampung Lali Gadget itu tidak dipungut biaya, tidak ada tiket untuk masuk, alias gratis. Jadi buka setiap hari.

Nah, edukasi permainan tradisional yang ada pemandu dari Kampung Lali Gadget ada baru berbayar. “Kalau membutuhkan pemandu dari kami itu baru berbayar,” ujarnya.

Pada kegiatan itu, selain belajar anak-anak juga diperkenalkan beberapa permainan tradisional. Tawa dan antusias anak-anak dalam bermain menumbuhkan semangat mengembangkan kegiatan literasi tersebut menjadi kegiatan yang benar-benar berfokus pada permainan tradisional.

Perlu diketahui, Kampung Lali Gadget (KLG) ini berawal dari kegiatan literasi yang dilakukan oleh Irfandi bersama temannya di kampung halaman setiap dua minggu sekali pada tahun 2018.

Di Kampung Lali Gadget itu ada balai pendopo, ada tanah, ada kebun luas, itu juga untuk permainan, ada sawah untuk bermain lumpur, ada kolam juga untuk tangkap lele, sudah ada tempatnya. Seperti Kampung atau Desa Wisata. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page