
Sampang, kabarterdepan.com – Bupati Sampang, H. Slamet Junaidi, melakukan kunjungan ke RSUD dr. Mohammad Zyn, Kabupaten Sampang, pada Jumat (6/2/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk mendengarkan langsung keluhan serta masukan dari dokter dan perawat yang bertugas di rumah sakit milik Pemkab setempat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kabarterdepan.com melalui Tim Hukum Bupati dan Humas RSUD dr. Moh Zyn melalui sambungan WhatsApp, Sabtu (7/2/2026) sore, kunjungan tersebut merupakan agenda rutin bupati.
Baca juga: 4 Warga Cianjur Dilarikan ke RSUD Karena Keracunan Jamur Liar
Jakfar menyampaikan bahwa kedatangan Bupati ke RSUD dr. Moh Zyn bertujuan melakukan peninjauan secara berkala, mulai dari aspek pelayanan pasien hingga menerima aspirasi dan curhatan para dokter serta perawat.
“Kunjungan ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi pelayanan di rumah sakit, sekaligus mendengarkan masukan dari tenaga kesehatan,” ujar Jakfar.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bentuk perhatian Bupati Sampang terhadap rumah sakit yang berada di bawah kewenangannya, khususnya dalam memastikan peningkatan dan keberhasilan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Kabupaten Sampang.
Kunjungan tersebut juga dilakukan di tengah mencuatnya beberapa permasalahan yang sebelumnya menjadi perhatian publik, di antaranya isu berpamitan salah satu dokter spesialis ortopedi serta sorotan terkait transparansi pengelolaan keuangan di RSUD dr. Moh Zyn.
Kunjungan Bukan Sebagai Evaluasi RSUD Sampang
Sementara itu, Amin selaku Humas RSUD dr. Moh Zyn menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan dalam rangka evaluasi atau inspeksi khusus, melainkan kunjungan rutin bupati.
“Ini bukan evaluasi, tetapi kunjungan rutin Bupati untuk melihat langsung kondisi rumah sakit serta mengetahui berbagai permasalahan, baik yang dihadapi pasien maupun pegawai internal RSUD,” jelas Amin.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan seluruh persoalan yang sempat mencuat dapat dicarikan solusi secara terbuka dan berkelanjutan, sehingga pelayanan kesehatan di RSUD dr. Moh Zyn semakin optimal dan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dapat terus terjaga. (Fais)
Editor berita: Ririn W.
