Bupati Pasaman Hadiri Wirid ASN, Tekankan Pentingnya Keseimbangan Jasmani dan Rohani

Avatar of Redaksi
IMG 20250613 WA0061
Bupati Pasaman Welly Suhery memberikan sambutan saat menghadiri wirid rutin ASN di Masjid Agung Al-Muttaqin, Jumat (13/6/2025). (FajarPR/Kabarterdepan.com)

Pasaman, Kabarterdepan.com – Bupati Pasaman Welly Suhery menghadiri kegiatan wirid pengajian rutin ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, Jumat (13/6/2025).

Ini menjadi kali pertama dirinya mengikuti kegiatan keagamaan tersebut sejak resmi dilantik sebagai Bupati Pasaman oleh Gubernur Sumbar.

Kegiatan yang berlangsung di Masjid Agung Al-Muttaqin itu turut dihadiri Wakil Bupati Pasaman Parulian Dalimunthe, para asisten, kepala OPD, serta jajaran ASN di lingkup Pemkab Pasaman.

Dalam sambutannya, Bupati Welly menegaskan pentingnya menjadikan wirid bukan sekadar rutinitas, melainkan kebutuhan rohani bagi setiap ASN.

“Kita semua butuh kekuatan spiritual, bukan hanya kekuatan jasmani. Saya berharap wirid ini bisa menjadi sarana introspeksi diri, memperbaiki akhlak, serta meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT,” ujarnya.

Menurut Welly, ASN adalah pelayan masyarakat, bukan hanya dalam bentuk administratif, tapi juga sebagai teladan dalam akhlak dan nilai-nilai keteladanan.

“Dengan keimanan yang kuat, semangat kerja kita akan tumbuh dari niat yang ikhlas dan tulus. Maka dari itu, saya sangat mendukung kegiatan ini,” tambahnya.

Ia juga mengajak seluruh ASN menjaga kekompakan, meningkatkan kinerja, dan terus menanamkan nilai-nilai agama dalam setiap kebijakan dan tindakan.

“Kalau itu bisa kita pegang bersama, insyaallah visi Pasaman Bangkit yang berkarakter, maju, dan berkelanjutan bisa kita wujudkan,” ucapnya.

Kegiatan wirid kali ini menghadirkan Ustadz Nasbin Panyahatan, yang juga merupakan Ketua MUI Kabupaten Pasaman, sebagai penceramah. Ia menyampaikan materi tentang keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam kehidupan sehari-hari.

Setidaknya ada lima nilai utama yang disampaikan sang ustadz: keimanan yang murni, penghormatan kepada orang tua meski berbeda keyakinan, kasih sayang terhadap anak, kepatuhan terhadap perintah Allah, serta kepedulian terhadap masa depan keturunan dari sisi iman dan kesejahteraan.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan harapan agar rutinitas wirid dapat menjadi fondasi spiritual ASN dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara. (FajarPR)

Responsive Images

You cannot copy content of this page