Bupati Mojokerto Salurkan BLT,1.245 Buruh Pabrik Rokok Terima Rp1 Juta dari DBHCHT

Avatar of Lintang
Bupati Mojokerto menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 1.245 buruh pabrik rokok yang dananya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025. (Kominfo Kab Mojokerto)
Bupati Mojokerto menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 1.245 buruh pabrik rokok yang dananya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025. (Kominfo Kab Mojokerto)

Kabupaten Mojokerto, Kabarterdepan.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja di sektor industri hasil tembakau. Pemkab secara langsung menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang dananya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025.

Penyaluran bantuan ini berlangsung di Mitra Produksi Sigaret (MPS) KUD Tani Bahagia, Kecamatan Gondang, pada Senin (6/10) siang. Acara penyerahan dihadiri langsung oleh Bupati Mojokerto, Muhammad Albarra, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap sektor ini.

Bantuan Rp1 Juta untuk Ribuan Buruh Pabrik Rokok

Dalam penyaluran tahap ini, sebanyak 1.245 buruh pabrik rokok yang bekerja di Kabupaten Mojokerto menjadi penerima manfaat. Setiap buruh menerima bantuan tunai sebesar Rp1.000.000 (satu juta rupiah).

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Bupati Albarra kepada perwakilan penerima, disaksikan oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, serta pimpinan MPS KUD Tani Bahagia.

Bupati Muhammad Albarra dalam sambutannya menegaskan bahwa program BLT DBHCHT ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang bekerja di sektor tembakau, khususnya para buruh pabrik rokok di Kabupaten Mojokerto.

“Tujuan utama pemberian BLT DBHCHT adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bekerja di sektor tembakau dan masyarakat rentan lainnya, serta menjaga daya beli mereka dan memulihkan perekonomian daerah, terutama di wilayah penghasil tembakau. Bantuan ini juga berfungsi sebagai stimulan perputaran ekonomi dan untuk menjaga motivasi para pekerja agar tetap aktif,” ungkapnya.

Bupati juga menegaskan bahwa penyaluran bantuan dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan akuntabel, agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang berhak menerima.

“Pemerintah tidak hanya ingin menyalurkan bantuan, tetapi juga memberdayakan masyarakat agar bisa mandiri. Maka dari itu, program-program pendamping seperti pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan, dan bantuan alat produksi sederhana juga terus kami jalankan melalui berbagai dinas,” ujarnya.

Bupati Mojokerto menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada 1.245 buruh pabrik rokok yang dananya bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun 2025. (Kominfo Kab Mojokerto)

Ia menambahkan, BLT DBHCHT bukan hanya sekadar bantuan sementara, melainkan bagian dari upaya membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih kuat dan sehat.

“Bantuan ini memang tidak menyelesaikan semua persoalan, tetapi merupakan bukti bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Kita terus berupaya agar hasil pembangunan benar-benar kembali kepada rakyat, sesuai amanat undang-undang dan cita-cita kesejahteraan sosial,” tegas Bupati.

Bupati Albarra juga mengapresiasi kolaborasi lintas instansi dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses ini, mulai dari perangkat daerah terkait, jajaran kejaksaan dan kepolisian, kecamatan, pendamping sosial, hingga desa/kelurahan. Semoga kolaborasi dan kerja sama yang baik ini bisa terus berlanjut,” katanya.

Menariknya, kegiatan penyaluran BLT kali ini juga disertai layanan cek kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto. Para penerima manfaat dapat melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, hingga konsultasi kesehatan secara cuma-cuma.

“Mari kita manfaatkan kesempatan ini, karena sehat adalah modal utama kita dalam bekerja, beribadah, dan merawat keluarga,” pesan Bupati.

Sementara itu, Pimpinan MPS KUD Tani Bahagia, Azhari Husnan, mengucapkan terima kasih atas perhatian pemerintah daerah terhadap para pekerja industri hasil tembakau.

“Mudah-mudahan dana yang diberikan ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan mendorong semangat teman-teman semua. Kami berharap cukai tidak dinaikkan pada tahun 2026 agar industri tetap stabil dan kesejahteraan buruh tetap terjaga,” pungkasnya.

Kegiatan penyaluran BLT DBHCHT di MPS KUD Tani Bahagia berjalan lancar, tertib, dan disambut antusias oleh para buruh rokok. Mereka mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program berbasis Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau ini. (*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page