Bupati Jember Sosialisasi Stop Pernikahan Dini dan Kekerasan Anak di Sekolah, Begini Katanya

Avatar of Redaksi
IMG 20240920 003602
Bupati Jember memberikan arahan kepada ratusan siswa. (Lana Rumanta/kabarterdepan.com)

Jember, kabarterdepan.com – Bupati Jember Hendy Siswanto membuka sosialisasi stop pernikahan dini dan kekerasan anak di sekolah yang digelar di SMK 1 Pancasila Ambulu dan SMA 1 Ambulu, Kamis (19/9/2024).

Dalam sosialisasi bertajuk Stop Perkawinan Anak, Stop Bullying, Stop Kekerasan Anak, dan Stop Judi Online, Bupati Jember banyak memberikan pesan kepada ratusan pelajar yang mengikuti kegiatan tersebut.

Menurut Bupati Jember, pernikahan anak usia dini merupakan pelanggaran mendasar terhadap hak asasi manusia dan salah satu bentuk tindak kekerasan terhadap anak.

Anak yang dipaksa menikah di bawah usia 18 tahun akan memiliki kerentanan yang lebih besar terhadap akses pendidikan dan kualitas Kesehatan. Mereka juga berpotensi mengalami tindak kekerasan, serta hidup dalam kemiskinan.

Bupati Jember melanjutkan, dampak perkawinan anak usia dini juga akan berdampak pada bayi yang dilahirkan serta berpotensi memunculkan kemiskinan antar generasi.

“Ini merupakan permasalahan yang kita hadapi saat ini,” papar bupati dalam sesi wawancara dengan sejumlah awak media.

Untuk itu, seluruh pihak harus ikut andil dalam melakukan pencegahan.

“Harapannya, tak ada satu pun kejadian serupa menimpa anak-anak di Jember,” ungkap Hendy Siswanto. (lana)

Responsive Images

You cannot copy content of this page