Bupati Blora Turun Tangan, Ormas GRIB Jaya dan PP Sepakat Berdamai

Avatar of Redaksi
Screenshot 20250115 191607
BERDAMAI: Bupati Blora Arief Rohman menyaksikan penandatangan perdamaian Ormas GRIB Jaya dan Pemuda Pancasila.(Masrikin/kabarterdepan.com)

Blora,kabarterdepan.com- Pasca tragedi bentrok ormas Gerakan Indonesia Baru (GRIB) Jaya dengan dan Pemuda Pancasila (PP) di Kabupaten Blora. Kedua ormas menandatangani kesepakatan perdamaian.

Proses penandatanganan perdamaian itu disaksikan langsung Bupati Blora, Forkopimda, Polres, Kodim, Kejari dan Pengadilan Negeri Blora di Pendopo Kabupaten setempat, Rabu (15/1/2015).

Bupati Blora Arief Rohman mengaku menyesalkan adanya insiden berdarah yang melibatkan dua ormas tersebut sangat mencedarai citra baik Kabupaten Blora.

Menurutnya, sejauh ini, Kabupaten Blora terkenal kondusif, aman dan damai. Namun, tiba-tiba terjadi bentrok yang mengakibatkan jatuhnya beberapa korban.

“Pada kesempatan ini, kami ingin menyaksikan PP dan GRIB (dua ormas yang terlibat kerusuhan) membuat surat pernyataan perdamaian yang ditandatangani kedua pihak,” kata Bupati Arief Rohman.

Bupati Arief dalam kesempatan itu meminta maaf kepada seluruh masyarakat Blora atas insiden yang mengakibatkan kegaduhan di wilayah setempat.

Selanjutnya Bupati meminta untuk kedua belah pihak yang terkait tidak untuk mengulanginya kembali insiden serupa.

“Saya minta maaf kepada seluruh masyarakat Blora terkait kejadian kemarin yang merugikan masyarakat setempat, yang mengakibatkan ketidak kondusifan wilayah,” ucapnya.

Lalu, atas terjadinya itu, Bupati memberikan jalan mediasi untuk kedua belah pihak tersebut. Ketua keduanya dihadirkan, baik dari Grib Blora yaitu Sugiyanto dan Ketua PP Blora Munaji.

“Mereka berdua kami ajak untuk berdamai untuk menciptakan situasi kondusif di Blora,” ujarnya

Sementara, Kapolres Blora AKBP Wawan Andi Susanto dalam keterangan persnya mengatakan, insiden kericuhan kedua ormas terjadi pada dua tempat yang mengakibatkan 12 orang luka-luka. Lalu, diungkapkan bahwa korban adalah warga Kabupaten Semarang.

“TKP karangjati delapan korban, TKP kunduran ada empat korban,” kata Kapolres.

“Dari keseluruhan korban yang dirawat, ada 11 orang sudah kembali pulih, dan masih satu orang yang dirawat,” imbuhnya.

Kapolres mengungkapkan saat ini telah mengamankan 19 orang terduga pelaku. Namun, dari keseluruhan itu masih dalam proses pemeriksaan.

“Sementara untuk kerusakan kendaraan ada dua kendaraan rusak dari masing-masing ormas,” tambahnya.

Disisi lain, ia mengungkapkan untuk terjadinya insiden tersebut dikarenakan adanya perselisihan dilevel internal. Menurutnya hal itu dapat dilihat dari beberapa insiden yang telah terjadi.

Sementara itu, ketua MPC PP Blora, Munaji menuturkan, pihaknya meminta maaf atas apa yang terjadi selama 2 hari belakangan ini. Ia mengaku menyesal telah memperkeruh situasi di wilayah Blora.

“Kami meminta maaf kepada masyarakat Blora atas apa yang terjadi kemarin. Kami pastikan ini yang pertama dan terakhir. Tak ada kerusuhan lagi,” ujarnya.

Lalu, Ketua DPC GRIB Jaya Blora, Sugianto menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang melibatkan Ormas yang ia pimpin. Bahkan, ia mengaku siap menjalin kerjasama bersama ormas PP Blora.

“Kami siap bersilaturahmi dengan PP Blora. Selain itu juga ingin berkolaborasi dengan PP,” ucapnya.(Masrikin)

Responsive Images

You cannot copy content of this page