Bukan Sembarang Makanan! Ini Fakta Menarik Ketupat yang Jarang Orang Tahu

Avatar of Redaksi
ketupat
Ilustrasi ketupat. (iStock / Kabarterdepan.com)

Budaya, Kabarterdepan.com – Ketupat adalah salah satu hidangan khas yang identik dengan perayaan Idul Fitri di Indonesia. Hidangan berbahan dasar beras yang dibungkus dalam anyaman daun kelapa muda ini ternyata memiliki banyak makna dan sejarah yang menarik. Dilansir dari berbagai sumber, berikut beberapa fakta menarik tentang tradisi ketupat yang mungkin belum banyak diketahui.

Fakta Menarik Ketupat

1. Diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga

Tradisi ketupat diperkenalkan oleh Sunan Kalijaga pada abad ke-15 sebagai bagian dari dakwah Islam di Pulau Jawa. Sunan Kalijaga menggunakan ketupat sebagai simbol untuk menyampaikan ajaran agama dan memperkenalkan dua perayaan setelah Ramadan yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat.

2. Makna Filosofis “Ngaku Lepat” dan “Laku Papat”

Dalam filosofi Jawa, kata “ketupat” berasal dari “kupat” yang merupakan singkatan dari “Ngaku Lepat” (mengakui kesalahan) dan “Laku Papat” (empat tindakan).

3. Anyaman Ketupat Melambangkan Kesalahan Manusia

Anyaman rumit pada ketupat melambangkan kompleksitas kesalahan manusia. Setelah ketupat dibuka, nasi putih di dalamnya mencerminkan hati yang kembali bersih setelah meminta maaf dan menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

4. Ketupat Memiliki Nama Berbeda di Berbagai Daerah

Di beberapa daerah, ketupat dikenal dengan nama yang berbeda. Di Bali disebut “tipat”, di Minangkabau “katupek”, di Makassar “katupa”, dan di Gorontalo “atupato”.

5. Tradisi Lebaran Ketupat di Berbagai Daerah

Beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi unik yang berkaitan dengan ketupat. Di Lombok, Nusa Tenggara Barat terdapat perayaan “Lebaran Topat” yang digelar seminggu setelah Idul Fitri dengan acara arak-arakan dan ziarah makam leluhur.

6. Ketupat Dipercaya Sebagai Penolak Bala

Di beberapa daerah, ketupat dipercaya memiliki kekuatan magis sebagai penolak bala. Masyarakat menggantung ketupat di atas pintu rumah sebagai simbol perlindungan dari bencana atau energi negatif.

7. Bentuk Ketupat dan Kaitan dengan Bahasa Austronesia

Bentuk ketupat yang menyerupai segi empat berkaitan dengan bahasa Austronesia. Kata “ketupat” diduga berasal dari kata “epat” yang berarti empat, merujuk pada empat sudut ketupat.

8. Ketupat dalam Tradisi Animisme Nusantara

Sebelum masuknya Islam, ketupat sudah ada dalam tradisi animisme masyarakat agraris. Ketupat digunakan sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen dan sering digantung di tanduk kerbau atau di atas pintu rumah sebagai penolak bala.

Dengan berbagai makna dan tradisi yang menyertainya, ketupat bukan sekadar hidangan khas Lebaran tetapi juga simbol kaya akan filosofi dan kearifan lokal yang patut dilestarikan. (Riris*)

Responsive Images

You cannot copy content of this page