
Kesehatan, Kabarterdepan.com – Minuman manis telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern, mulai dari jajanan kaki lima hingga minuman kemasan yang mudah didapat. Di balik kesegarannya, konsumsi gula berlebih dari minuman ini menyimpan risiko kesehatan serius, seperti obesitas dan diabetes tipe-2.
Kesadaran untuk membatasi atau bahkan berhenti mengonsumsi minuman manis kini semakin meningkat, terutama demi kesehatan jangka panjang. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh saat kita berhenti mengonsumsi minuman manis?
Reaksi Awal Tubuh: Adaptasi dan Penyesuaian
Menurut dokter spesialis gizi dari RS Melinda Bandung, Johanes Casay Chandrawinata, langkah awal berhenti minum manis memang tidak selalu mudah. Pada beberapa hari pertama, seseorang mungkin akan merasakan lemas dan kurang berenergi. Hal ini terjadi karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan penurunan asupan gula, yang selama ini menjadi sumber energi instan.
“Bukan berarti orang tersebut kekurangan gula darah, karena tubuh yang sehat menjaga ketat kadar gula darah dalam batas normal,” jelas Johanes, seperti dikutip pada Sabtu (30/8/2025).
Rasa lemas ini adalah fase transisi yang wajar, bukan indikasi gula darah rendah yang berbahaya.
Manfaat Jangka Panjang: Energi Stabil dan Jantung Lebih Sehat
Setelah melewati masa adaptasi, yaitu sekitar 7 hingga 10 hari, tubuh akan mulai beradaptasi penuh. Pada fase ini, energi yang dirasakan justru menjadi lebih stabil dan berkesinambungan, tidak lagi bergantung pada lonjakan gula sesaat. Tubuh akan terasa lebih bugar dan segar karena tidak lagi mengalami fluktuasi gula darah yang ekstrem.
Selain itu, manfaat signifikan lainnya adalah penurunan kadar trigliserida dalam darah. Trigliserida adalah jenis lemak yang jika kadarnya terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko stroke, serangan jantung, dan berbagai masalah kardiovaskular lainnya. Dengan mengurangi asupan gula dari minuman manis, risiko-risiko tersebut dapat ditekan secara efektif.
Singkatnya, berhenti mengonsumsi minuman manis merupakan investasi jangka panjang untuk kesehatan. Meskipun ada tantangan di awal, manfaat yang didapat—mulai dari energi yang lebih stabil hingga kesehatan jantung yang lebih baik—jauh lebih berharga. Langkah kecil ini dapat membawa perubahan besar bagi kualitas hidup. (*)
