
Kesehatan, Kabarterdepan.com – Buah pepaya merupakan buah tropis yang telah lama dikenal karena rasanya yang manis dan khasiat kesehatannya yang melimpah.
Mengonsumsi buah ini secara teratur terbukti efektif membantu tubuh dalam berbagai aspek, mulai dari membantu menahan rasa lapar yang mendukung program diet, hingga berperan vital dalam menurunkan risiko penyakit kronis.
Kandungan enzim papain, serat, antioksidan, serta vitamin A dan C dalam pepaya menjadikannya superfood harian. Pepaya berkontribusi aktif dalam mencegah berbagai masalah kesehatan serius.
Di antaranya penyakit jantung, diabetes, kanker, tekanan darah tinggi, sekaligus sangat efektif untuk menjaga berat badan ideal. Serat alaminya memberikan rasa kenyang lebih lama dan melancarkan sistem pencernaan.
Catatan Penting: Siapa Saja yang Harus Menghindari Buah Pepaya?
Meskipun pepaya menawarkan banyak manfaat, buah ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi secara bebas oleh semua orang, terutama mereka yang memiliki kondisi kesehatan atau situasi tertentu. Beberapa senyawa dan efek spesifik pepaya bisa menimbulkan reaksi negatif pada kelompok ini.
Dilansir dari berbagai sumber pada Selasa (30/9/2025), berikut adalah sederet orang dengan kondisi tertentu yang sebaiknya membatasi atau tidak boleh mengonsumsi pepaya.
1. Wanita Hamil

Makan sehat penting untuk pertumbuhan bayi dan kesehatan ibu hamil. Meski begitu, pepaya adalah salah satu buah yang sebaiknya tak dimasukkan dalam daftar ini. Pasalnya, buah ini mengandung lateks yang dapat memicu kontraksi rahim, yang menyebabkan persalinan dini.
Pepaya mengandung papain yang disalahartikan oleh tubuh sebagai prostaglandin, yang digunakan secara artifisial untuk menginduksi persalinan. Buah ini juga bahkan dapat melemahkan selaput yang menopang janin. Hal ini sebagian besar terjadi pada pepaya yang setengah matang.
2. Orang dengan Detak Jantung Tak Teratur
Mengonsumsi pepaya dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Namun jika seseorang sudah mengidap masalah detak jantung tak teratur, sebaiknya hindari mengonsumsi pepaya.
Sebuah penelitian menunjukkan bahwa pepaya mengandung sedikit glikosida sianogenik, asam amino yang dapat menghasilkan hidrogen sianida dalam sistem pencernaan manusia.
Meski jumlah senyawa yang dihasilkan tak berbahaya bagi kesehatan, kelebihannya dapat memperburuk gejala bagi mereka yang menderita masalah detak jantung tidak teratur. Hal ini juga dapat memiliki efek yang sama pada mereka yang mengidap hipotiroidisme.
3. Orang yang Memiliki Alergi
Orang yang didiagnosis alergi lateks juga mungkin alergi terhadap pepaya. Hal itu terjadi karena pepaya mengandung enzim yang disebut kitinase. Enzim ini dapat menyebabkan reaksi silang antara lateks dan makanan yang mengandungnya, yang menyebabkan bersin, kesulitan bernapas, batuk, dan mata berair.
4. Orang dengan Batu Ginjal
Pepaya mengandung vitamin C dalam jumlah yang berlebihan. Nutrisi ini merupakan antioksidan, tetapi asupan yang berlebihan pada mereka yang mengidap batu ginjal dapat memperburuk kondisi tersebut.
Asupan vitamin C yang terlalu banyak dapat menyebabkan pembentukan batu ginjal kalsium oksalat, bahkan dapat memperbesar ukuran batu, sehingga lebih sulit dikeluarkan melalui urine.
5. Orang dengan Hipoglikemia
Pepaya merupakan buah yang disukai oleh pengidap diabetes karena membantu mengatur kadar gula darah. Namun pepaya mungkin bukan pilihan yang baik bagi mereka yang sudah mengidap masalah gula darah rendah atau hipoglikemia.
Hal ini dikarenakan buah yang rasanya manis ini mengandung efek anti-hipoglikemik atau penurunan glukosa. Pepaya dapat meningkatkan kadar glukosa darah ke tingkat yang berbahaya bagi pengidap hipoglikemia, yang menyebabkan masalah seperti kebingungan, gemetar, dan detak jantung cepat. (*)
