BPR BKK Blora Siapkan Roadmap Baru, Harga Pangan Terjangkau Bukan Lagi Wacana

Avatar of Redaksi
Direktur Utama PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono. (Foto: Rengga/kabarterdepan.com)
Direktur Utama PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono. (Foto: Rengga/kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Harga pangan yang kerap bergerak naik turun mendorong Pemkab Blora memperkuat inovasi BU DESI PLUS.

Dalam upaya menahan laju inflasi tersebut, PT BPR BKK Blora menjadi salah satu BUMD yang mengambil peran strategis melalui dukungan subsidi komoditas hingga ke desa-desa.

Program yang kini masuk nominasi Innovative Government Award (IGA) tersebut melibatkan seluruh BUMD, termasuk PT BPR BKK Blora yang memiliki jaringan kantor hingga ke seluruh kecamatan.

Direktur Utama PT BPR BKK Blora, Puguh Haryono, menegaskan bahwa dukungan lembaganya tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga strategis dalam membantu intervensi pasar di tingkat masyarakat.

Menurutnya, roadmap khusus telah disusun agar pelaksanaan operasi pasar berjalan lebih terarah dan tepat sasaran.

Subsidi Komoditas PT BPR BKK Blora Jadi Strategi Intervensi Pasar

“Ke depan, kami telah menyusun roadmap pelaksanaan kegiatan agar intervensi pasar lebih terarah. Sementara itu, selisih harga akan disubsidi oleh BUMD, dan untuk lokasi kegiatan kami selalu berkoordinasi dengan pihak kecamatan,” jelasnya, jumat (21/11/2025).

Puguh menekankan bahwa BPR BKK Blora tidak menjadi pelaksana langsung pasar murah, melainkan menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) sebagai mitra penyuplai komoditas pangan. Peran BPR BKK terfokus pada penyediaan dana subsidi guna menurunkan harga kebutuhan pokok.

“Kami membantu menyediakan dana subsidi agar harga bahan pokok dapat lebih terjangkau. Penentuan lokasi pasar murah juga dilakukan melalui koordinasi dengan kecamatan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, BUMD menyiapkan komoditas sesuai kebutuhan masyarakat, kemudian memberikan subsidi pada bahan pokok yang sedang mengalami kenaikan harga.

“Misalnya ketika harga beras atau gula mengalami kenaikan, subsidi diberikan pada dua komoditas tersebut. Begitu pula untuk telur dan komoditas lain yang sedang naik harganya,” sambung Puguh.

Ia mengungkapkan bahwa sebelum adanya inovasi kolaborasi BUMD, BPR BKK Blora telah rutin menjalankan pasar murah sebagai bentuk komitmen menekan inflasi. Namun kini, dengan dukungan penuh seluruh BUMD, jangkauan bantuan menjadi lebih merata dan risiko tumpang tindih lokasi dapat dihindari.

“Pada kegiatan sebelumnya, kami dapat memberikan subsidi hingga 300 paket di setiap titik. Jika menjelang awal tahun atau hari besar keagamaan seperti Idulfitri diperlukan jumlah lebih banyak, kami siap menambahnya,” imbuhnya.

Di sisi lain, ia juga mengajak masyarakat mampu, termasuk ASN maupun perangkat desa, untuk tidak mengambil bagian dalam pasar murah agar program tersebut benar-benar menyentuh kelompok warga yang membutuhkan.

“Kami bekerja sama dengan pihak kecamatan dalam pelaksanaan operasi pasar. Dari situ dapat terlihat siapa saja yang termasuk ASN atau kelompok masyarakat lainnya. Namun yang terpenting adalah kesadaran bersama agar pasar murah diperuntukkan bagi masyarakat yang benar-benar membutuhkan,” tutupnya. (Rengga)

Responsive Images

You cannot copy content of this page