
Yogyakarta, Kabarterdepan.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta mendorong masyarakat untuk berperan aktif menghadapi potensi cuaca ekstrem di musim hujan melalui pembentukan Kampung Tangguh Bencana (KTB) di seluruh wilayah. Warga diharapkan menjadi garda terdepan dalam pencegahan dan penanganan risiko bencana.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Yogyakarta, Nur Hidayat, mengatakan kesiapsiagaan masyarakat sangat penting, mengingat intensitas hujan yang meningkat sejak awal Oktober.
Cuaca yang tidak menentu berpotensi menimbulkan banjir, pohon tumbang, serta genangan air di sejumlah titik.
“Yang paling utama adalah kesiapsiagaan diri. Warga bisa mulai dari hal sederhana seperti membersihkan saluran air dan memangkas pohon lapuk di sekitar rumah,” ujarnya, Rabu (29/10/2025).
Nur menilai, kegiatan kerja bakti warga, bersih sungai, dan bedah rumah tidak layak huni yang digencarkan Pemkot turut memperkuat ketahanan masyarakat terhadap bencana.
BPBD Kota Yogyakarta Pantau Sungai
BPBD Kota Yogyakarta terus memantau kondisi sungai dengan sistem telemetri di Sungai Code, Gajah Wong, dan Winongo untuk mendeteksi kenaikan debit air secara dini.
Sementara itu, Ketua Forum Tangguh Bencana Kota Yogyakarta, Tri Handoko, menyebut seluruh 169 kampung di kota ini telah memiliki KTB dengan 30 personel per kampung.
Setiap anggota telah dilatih kemampuan dasar penyelamatan, logistik, dan komunikasi radio untuk menghadapi bencana.
“Kami sudah rutin melakukan simulasi bencana di tiap kampung, agar warga tahu apa yang harus dilakukan saat terjadi banjir atau cuaca ekstrem,” kata Handoko.
Puncak kegiatan penguatan ketangguhan ini akan ditandai dengan Apel Siaga dan Deklarasi Jogja Menuju Tangguh Bencana pada 30 Oktober 2025.
Kegiatan tersebut menjadi momentum kolaborasi antar unsur pentahelix antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media dalam membangun kota yang tangguh terhadap bencana. (Hadid Husaini)
