
Jember, Kabarterdepan.com – Pemkab Jember melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember siaga bencana Megatrust dengan menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula PB Sudirman Jember, Rabu (2/10/2024).
FGD itu dibuka oleh Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Jember Imam Hidayat, yang sekaligus menjadi narasumber bersama denga nara sumber lainnya dari BMKG Ma’muri serta Faris Pandiardi Dosen Politeknik Negeri Banyuwangi
FGD Siaga Bencana Megatrust tersebut diikuti sekitar 450 peserta dari berbagai unsur organisasi sosial .
“Megatrust merupakan gempa terbesar yang bisa menyebabkan tsunami pernah terjadi di Nakai Jepang pada 8 Agustus 2024 yang memungkinkan bisa terjadi di Jember,” kata Pjs Bupati Jember Imam Hidayat saat memberikan keterangan pers ke awak media .
Pjs Bupati Jember Imam Hidayat menyebutkan pada prinsipnya Pemkah Jember ini sudah siap menghadapi bila terjadi bencana megatrust.
“Kabupaten Jember merupakan salah satu wilayah yang berpotensi mengalami bencana. Untuk itu, perlu dilakukan mitigasi sebagai bentuk upaya mengurangi resiko bencana.” ungkapnya.
Oleh sebab itu BPBD Pemkab Jember harus segera menyusun SOPnya.
“Jadi siapa yang berbuat menjadi amat penting” ujarnya.
Meski demikian menurut Imam Hidayat masyarakat Jember harus sudah terbiasa dengan gladi kesiapsiagaan bencana.
Dia menambahkan dalam FGD ini kata imam Hidayat ada pengenalan teknologi untuk masyarakat yang perlu segera disosialisasikan dalan antisipasi penanggulangan bencana.
“Masyarakat kita ini biarpun pegang HP tapi tidak semuanya bisa menggunakan , karena dengab memakai tempat ibadah dan tempat strategis lainnya akan menjadi lebih bagus,” ungkapnya. (Lana)
