Blora Juarai Investasi Se-Jateng, Kadin Sebut Iklim Bisnis Semakin Kondusif

Avatar of Redaksi
IMG 20250801 WA0093
Bupati Blora Arief Rohman mendapat penghargaan investasi baru-baru ini (Pemkab Blora for Kabarterdepan.com)

Blora, Kabarterdepan.com – Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Blora, Siswanto, menyebut peluang investasi di Kota Minyak semakin besar, terutama di sektor sumber daya alam (SDA) yang dimiliki Kabupaten Blora.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul Pemerintah Kabupaten Blora meraih penghargaan bergengsi dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2025, sebagai penghargaan untuk nilai investasi tertinggi selama tahun 2023-2024.

“Realisasi investasi di Blora sangat baik, dan progresnya menjadi yang terbaik di Jawa Tengah. Ini menunjukkan bahwa Blora adalah tempat yang kondusif untuk investasi. Selamat kepada Bupati Blora atas kinerja luar biasa dalam membuka lapangan kerja,” ungkap Siswanto, Jumat (1/8/2025).

Siswanto menjelaskan bahwa keberhasilan investasi di Blora didorong oleh beberapa faktor, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), stabilitas sosial-politik, dan kemudahan regulasi investasi.

“Beberapa indikator jelas terlihat, Blora semakin ramah terhadap investasi. Terbaru, ada pabrik kalsium, hotel bintang 4, dan investasi di sektor pendidikan seperti UNY,” ujar Siswanto.

“Banyak investor kini tertarik untuk mengelola SDA migas, yang tentunya dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa mengabaikan pelestarian alam,” sambungnya.

Selain sektor migas, Siswanto menambahkan, Blora juga memiliki potensi besar di bidang pertanian dan kehutanan yang dapat menarik investor, seperti komoditas padi, jagung, kedelai, tebu, dan tembakau.

“Semua hasil pertanian Blora sangat mendukung industri, dan produk-produk pertanian tersebut bisa menyuplai kebutuhan industri serta menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menilai Proyek Pengembangan Waduk Greneng di Kecamatan Tunjungan, sebagai potensi besar untuk menarik investasi ke Blora. Proyek ini diharapkan bisa mengembangkan sektor pariwisata dan pemanfaatan sumber daya air, serta menjadi daya tarik bagi investor.

Bupati Blora, Arief Rohman, juga berkomitmen untuk terus meningkatkan investasi di berbagai sektor potensial, termasuk di sektor migas.

“Blora merupakan daerah penghasil migas, dan kami melihat potensi besar di sektor minyak dan gas. Kami mengundang investor yang tertarik untuk bergabung dengan kami,” kata Bupati.

Ia juga menambahkan bahwa investor yang baru saja masuk dengan nilai investasi signifikan akan turut mendongkrak capaian investasi di Blora. Bupati berharap pemerintah pusat bisa mendukung rencana meningkatkan lifting minyak, termasuk pemanfaatan sumur minyak tua.

Ajang CJIBF 2025 diharapkan menjadi peluang bagi Blora untuk meningkatkan kolaborasi investasi, dengan target mencapai Rp 1 triliun tahun ini.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Blora, Bondan Arsiyanti (Danik), menyampaikan bahwa penghargaan tersebut dicapai berkat meningkatnya pelaporan investasi (LKPM) yang signifikan.

“Target investasi Blora tahun 2023 sebesar Rp 80 miliar, namun tercapai Rp 205,63 miliar. Tahun 2024, target Rp 620 miliar berhasil dilampaui dengan capaian Rp 798,38 miliar,” terang Danik.

Danik juga berharap sektor pengembangan gas yang sedang dalam proses perizinan segera terealisasi dalam waktu dekat.

“Kami berharap tren pertumbuhan investasi ini terus berlanjut, dan pada 2025 bisa melampaui target Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp 800 miliar,” tambahnya. (Fitri)

Responsive Images

You cannot copy content of this page