
Blora, Kabarterdepan.com – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Blora menggelar kegiatan Pelatihan Bela Negara bagi pelajar SMA/SMK sederajat di aula Indoor Gor Mustika, Selasa (10/2/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa dari berbagai sekolah yang telah dikoordinasikan sebelumnya dengan pihak sekolah masing-masing.
Panitia Penyelenggara Pelatihan Bela Negara Bagi Pelajar SMA/SMK Kabupaten Blora, Djati Prasetyo, menegaskan bahwa kegiatan bela negara yang dilaksanakan bersifat nirmiliter dan difokuskan pada pembinaan karakter generasi muda.
Baca juga: Cuaca Jawa Barat Besok 11 Februari 2026, Hujan Sepanjang Hari /
“Kegiatan bela negara ini adalah kegiatan nirmiliter. Dan adapun sasarannya adalah anak-anak sekolah SMA sederajat. Memang untuk kriteria peserta atau siswa yang dikirim dalam kegiatan bela negara ini memang sudah kita koordinasikan dengan sekolah,” ujar Djati.
Kondisi Remaja di Blora Masih Baik
Menurutnya, secara umum kondisi remaja di kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Jawa Timur ini masih tergolong baik dan tidak masuk kategori nakal.
Namun demikian, persoalan kedisiplinan dan fokus menjadi perhatian tersendiri, terutama di tengah maraknya keributan yang melibatkan anak muda.
“Memang sampai saat ini untuk di Kabupaten ini, anak-anak remaja termasuk SMA tergolong tidak nakal. Namun di sini memang kedisiplinannya masih berkurang, apalagi dengan saat ini maraknya keributan yang dipicu dari anak muda. Dan anak muda itu bukan pelaku namun sebagai korban,” jelasnya.
Dalam pelaksanaan kegiatan, Kesbangpol melibatkan sejumlah stakeholder terkait, di antaranya Kodim 0721/Blora dan Polres, yang dinilai memiliki kompetensi dan pengalaman dalam memberikan materi bela negara secara tepat kepada pelajar.
“Di dalam kegiatan ini, kami mengajak stakeholder terkait yaitu dari Kodim 0721 dan Polres karena inilah yang punya teknik dalam kegiatan bela negara ini yang ditanamkan kepada anak-anak,” kata Djati.
Ia menambahkan, esensi utama dari pelatihan bela negara ini bukan sekadar kegiatan fisik, melainkan penanaman nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan rasa saling menghormati.
“Intinya adalah penanaman karakter pada peserta kegiatan bela negara ini,” tegasnya.
Djati juga menyoroti dinamika peserta saat mengikuti latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB). Ia menilai masih terlihat kurangnya konsentrasi dan kekompakan di antara para peserta.
“Tadi anak-anak memang bisa dilihat dari turunnya konsentrasi saat dilatih PBB. Itu kan kurang kompak. Mungkin di situ anak-anak kurang fokus,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu peserta kegiatan, Aditya, mengaku mendapatkan banyak pelajaran positif dari pelatihan bela negara tersebut.
Menurutnya, latihan PBB tidak hanya mengajarkan baris-berbaris, tetapi juga nilai-nilai penting dalam kehidupan sehari-hari.
“Dari kegiatan PBB, kita kan nggak cuma belajar baris-berbaris, tapi juga belajar disiplin, fokus, dan respect satu sama lain. Seru sih,” ujar Aditya.
Melalui kegiatan ini, ungkap Djati, pemerintah berharap pelajar SMA/SMK dapat memiliki karakter yang lebih kuat, disiplin, serta mampu menjadi generasi muda yang berkontribusi positif bagi lingkungan dan bangsa. (Rengga)
Editor berita: Ririn W.
