Kategori Best Photograph JIFF 2026 Tanpa Pemenang, Fotografer Indonesia Pertanyakan Transparansi

Avatar of Redaksi
jiff 2026
Ali Azhar, fotografer asal Indonesia saat menghubungi nomor resmi panitia JIFF melalui aplikasi WhatsApp. (Istimewa)

Internasional, Kabarterdepan.com – Polemik mencuat dalam gelaran 18th Jaipur International Film Festival (JIFF) 2026 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India pada 13–15 Februari 2026.

Fotografer muda asal Indonesia, Ali Azhar Damarrosydi, menyuarakan kekecewaannya setelah kategori Best Photograph—yang menempatkan karyanya sebagai nominator resmi—tidak diikutsertakan dalam malam penganugerahan.

Ali Azhar merupakan mahasiswa yang mengikuti kompetisi tersebut dengan membayar biaya pendaftaran dalam denominasi dolar Amerika Serikat. Ia menilai, sebagai peserta dari kalangan mahasiswa, biaya tersebut bukanlah jumlah yang kecil.

“Bukan bermaksud apa, soalnya ini kan kita submit ke film festival-nya itu bayar, pakai kurs dollar, lumayan loh harganya untuk kategori tersebut, saya kan mahasiswa. Sedangkan mahasiswa tau sendiri kan uangnya pas-pasan, ya nggak kayak gitu juga dong,” ujar Ali Azhar dengan nada kecewa.

Tercatat Resmi sebagai Nominator

Berdasarkan dokumen resmi JIFF 2026 bertajuk 3rd List of Nominated Films & 2nd List of Nominated Screenplays, karya Ali Azhar berjudul The Dance of the Soul: The Dynamics of Life in Remo Movement masuk dalam daftar nominasi kategori Best Photograph.

Ia bersaing bersama dua nominator lain, yakni Living Canal karya Monica Ravalico dari Italia dan La Dolce Fa Niente: Part 2 karya Emma Sywyj dari Inggris. Ketiga karya tersebut dinyatakan lolos seleksi kompetisi resmi dari total 387 karya yang berasal dari 30 negara.

Namun, pada malam penghargaan, ketiga nama tersebut tidak pernah diumumkan. Tidak ada penyebutan pemenang, tidak ada trofi, maupun penjelasan resmi terkait hasil penilaian kategori fotografi.

Klarifikasi Lewat WhatsApp

Merasa ada kejanggalan, Ali Azhar menghubungi nomor resmi panitia JIFF melalui aplikasi WhatsApp. Dalam percakapan tersebut, ia mempertanyakan ketiadaan daftar pemenang untuk kategori fotografi.

Menurut pengakuannya, panitia menjawab singkat: “Nobody.” Saat kembali didesak mengenai siapa yang menang dan alasannya, panitia menjawab, “By jury not found for awards suitable,” yang berarti dewan juri menilai tidak ada karya yang layak menerima penghargaan.

Ali Azhar mengaku tidak memperoleh penjelasan teknis mengenai standar atau kriteria yang digunakan juri. Ketika ia meminta nama petugas yang dapat memberikan keterangan lebih lanjut, panitia hanya menyarankan agar pertanyaan dikirim melalui email resmi.

“Kalau emang foto kami bertiga yang masuk nominasi ini nggak masuk kriteria sebagai pemenang, lantas mengapa dari awal pihak Jaipur International Film Festival mengumumkan nominasi untuk kategori fotografi ini?” kata Ali Azhar.

Ia menegaskan, keberatannya bukan hanya atas nama pribadi, tetapi juga mewakili dua nominator lain yang merasa janggal atas pengumuman tersebut.

Indikasi Kejanggalan JIFF 2026 Sejak Awal

Ali Azhar mengungkapkan, ia sebenarnya telah merasakan kejanggalan sebelum festival berlangsung. Karena itu, ia memutuskan tidak menghadiri acara secara langsung di New Delhi.

“Sebenernya saya ada rasa hal janggal sama Film Festival ini, maka dari itu saya kapan hari klarifikasi ke publik untuk tidak hadir ke Film Festival ini,” ujarnya.

Keputusan tersebut, menurutnya, kini terasa relevan mengingat kategori yang ia ikuti tidak mendapatkan ruang dalam seremoni penghargaan.

Penelusuran pada dokumen resmi pengumuman pemenang JIFF 2025 edisi ke-17 menunjukkan adanya 99 penghargaan dari berbagai kategori, mulai dari film pendek, film fitur, animasi, dokumenter, skenario, web series, hingga lagu. Namun, kategori fotografi tidak tercantum sebagai penerima penghargaan pada edisi tersebut.

Fakta ini memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penyelenggaraan kategori Best Photograph dalam festival tersebut, terlebih pendaftaran untuk kategori itu tetap dibuka dan dikenai biaya.

Menunggu Klarifikasi Resmi

Hingga berita ini diturunkan, pihak Jaipur International Film Festival belum mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik terkait polemik ketiadaan pemenang kategori fotografi pada JIFF 2026.

Pertanyaan mendasar yang kini mencuat adalah bagaimana sebuah kategori yang telah melalui proses kurasi hingga menghasilkan tiga nominator internasional dapat dinyatakan tidak memiliki pemenang tanpa penjelasan kriteria yang transparan dan terukur.

Responsive Images

You cannot copy content of this page