
Madiun, Kabarterdepan.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Pemuda Kelas IIA Madiun kembali menyelenggarakan program pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan beragama Kristen dan Katolik di Gereja Oikumene Lapas Pemuda Madiun, Senin (11/8/2025).
Kegiatan yang berlangsung berkat kerja sama dengan Yayasan Yehezkiel Ministry dari Jakarta.
Puluhan Warga Binaan mengikuti kegiatan rohani tersebut dengan penuh antusias, mendalami ajaran iman dan memperkuat spiritualitas mereka selama masa pembinaan.
Petugas Lapas turut melakukan pendampingan untuk memastikan jalannya acara secara aman dan tertib.
Kepala Lapas Pemuda Madiun, Wahyu Susetyo, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa pembinaan spiritual merupakan bagian penting dari proses reintegrasi sosial.
“Kami percaya pembinaan rohani menjadi salah satu kunci membentuk kepribadian yang lebih baik. Semoga kegiatan ini memberikan motivasi dan kekuatan spiritual bagi Warga Binaan untuk menjalani kehidupan yang positif setelah bebas nanti,” ujarnya.
Kegiatan ini menghadirkan dua pendeta dari Yayasan Yehezkiel Ministry, yakni Pendeta Dodi Yehezkiel dan Pendeta Abdi Purba.
Dalam khutbahnya, Pendeta Dodi menekankan pentingnya pertobatan sejati dan keyakinan bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan.
“Tuhan tidak melihat masa lalu kita, tetapi hati dan kemauan untuk berubah. Penjara bukan akhir dari segalanya, melainkan awal untuk kehidupan baru di dalam Kristus,” pesannya.
Sementara itu, Pendeta Abdi Purba mengajak Warga Binaan menjadikan masa di Lapas sebagai kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.
“Hidup ini penuh kesempatan. Selama kita masih diberi napas, berarti Tuhan masih memberi waktu untuk memperbaiki hidup,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Lapas Pemuda Madiun menegaskan komitmennya menghadirkan pembinaan holistik bagi seluruh Warga Binaan, mencakup pengembangan keterampilan, pendidikan, moral, dan keagamaan. (*)
