Berlibur, Bule Rusia Meninggal Dunia Usai Terseret Arus di Pantai Parangtritis

Avatar of Ririn Wedia
Parangtritis
Polisi saat memintai keterangan kepada turis asal Rusia yang tenggelam di Lantai Parangtritis, Senin (2/3/2026). (Polres Bantul for kabarterdepan.com)

Bantul, KabarTerdepan.com – Seorang wisatawan asal Rusia dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan laut (laka laut) di Pantai Parangtritis, Kretek, Bantul, DIY Senin (2/3/2026) pagi sekitar pukul 09.30 WIB.

Humas Basarnas Yogyakarta, Pipit Eriyanto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan korban bernama Liudmila Papenina (51), perempuan, warga negara Rusia, yang tengah berlibur bersama lima rekannya di Parangtritis. 

“Korban bersama lima temannya sudah berlibur di Indonesia selama satu bulan. Hari ini seharusnya menjadi hari terakhir liburan mereka, namun mereka masih ingin berkunjung ke Pantai Parangtritis,” ujar Pipit.

Menurutnya, rombongan tiba di pantai pada malam hari dan mulai beraktivitas sejak pagi. Namun, para wisatawan tersebut tidak bermain di lokasi yang sama. Korban sempat berpamitan kepada rekannya untuk berfoto dengan kuda di sekitar pantai.

“Sekitar sepuluh menit kemudian, salah satu temannya melihat korban sudah mengapung dan tidak bergerak di laut. Teman-temannya langsung berlari menghampiri,” jelasnya.

Petugas Satgas Linmas Jogo Segoro Satpol PP Kabupaten Bantul bersama Satlinmas Rescue Istimewa yang bertugas sebagai SAR Parangtritis segera melakukan pertolongan. Korban dievakuasi ke tepian pantai dan dibawa ke Posko SAR Parangtritis.

“Korban sempat mendapatkan pertolongan resusitasi jantung paru (RJP) dari temannya sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans,” kata Pipit.
Namun, setibanya di RSUD Panembahan Senopati Bantul, korban dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Pipit menambahkan, dalam penanganan kejadian tersebut, petugas berkoordinasi dengan Ditpolairud Polda DIY, Polsek Kretek, pihak imigrasi, serta unsur terkait lainnya.

Ia juga mengungkapkan adanya kendala saat proses evakuasi di Parangtritis.

“Hambatan di lapangan berupa arus yang cukup kuat ke tengah laut, sehingga membahayakan dan menyulitkan proses penyelamatan,” ujarnya.

Adapun personel yang terlibat dalam operasi tersebut antara lain Satgas Linmas Jogo Segoro Satpol PP Kabupaten Bantul (SAR Parangtritis), Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah III, Ditpolairud Polda DIY, serta warga sekitar.

Pihaknya mengimbau para wisatawan untuk selalu memperhatikan peringatan keselamatan dan tidak berenang di zona berbahaya, mengingat karakteristik ombak dan arus di Pantai Parangtritis yang dikenal cukup kuat.

Kasi Humas Polres Bantul Iptu Rita Hidayanto menyampaikan sebelum meninggal, korban berpamitan dengan rombongannya untuk berfoto dan berenang.

“Korban berenang di area palung dan terseret arus balik ke tengah sekira pukul 10.10 Wib. Saksi 1 melihat korban meminta tolong dengan melambaikan tangan kemudian saksi 1 langsung memberikan pertolongan dengan cara berenang,” katanya.

Korban kemudian diselamatkan oleh petugas Sar Linmas dan mendapatkan pertolongan pertama, namun tidak ada reaksi.

“Setelah mendapatkan korban langsung membawa korban berenang ke tepi pantai, Kemudian saksi 1  bersama rombongan korban mendatangi petugas Sar Linmas Parangtritis langsung memberikan pertolongan pertama namun tidak ada reaksi,” katanya

Korban kemudian dibawa ke RS Dharma Husada
dengan hasil bahwa korban telah meninggal dunia. Namun, rombongan rekam korban masoh tidak percaya atas hasil yang dikeluarkan oleh Rumah Sakit.

“WNA tersebut kemudian dibawa ke Rumah Sakit yang lebih besar di RSUD Panembahan Senopati. “katanya.

Rekan korban dan kemudian dibawa ke kilinik Dharma Husada dengan hasil meninggal dunia namun rombongan korban WNA Rusia merasa tidak menerima hasil dan meminta di bawa ke Rumah sakit yang lebih besar (RSUD Panembahan Senopati Bantul). (Hadid Husaini)

Penulis: Hadid HusainiEditor: Ririn Wedia

Tinggalkan komentar

You cannot copy content of this page